Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon ke Arab Saudi, Operasi Hanya untuk Pertahanan Udara

Inggris memutuskan mengirim jet tempur RAF Typhoon ke Arab Saudi untuk membantu melindungi kota dan infrastruktur penting dari serangan Houthi. Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan operasi bersifat defensif, bukan serangan. Menteri Pertahanan Wes Streeting menyebut penargetan bandara di Riyadh sebagai eskalasi serius Houthi di kawasan.

Oct 20, 2026 - 16:02
Updated: 18 hours ago
0
Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon ke Arab Saudi, Operasi Hanya untuk Pertahanan Udara
Inggris Kerahkan Jet Tempur Typhoon ke Arab Saudi, Operasi Hanya untuk Pertahanan Udara

Inggris mengambil langkah baru dalam konflik di Timur Tengah dengan mengirim sejumlah jet tempur ke Arab Saudi. Langkah ini diumumkan Kementerian Pertahanan Inggris pada Selasa (20/10) dan ditujukan untuk membantu Riyadh menghadapi serangan kelompok milisi Houthi dari Yaman.

Pesawat tempur yang dikirim adalah RAF Typhoon. Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, jet-jet itu akan diterbangkan dalam misi pertahanan udara. Tujuannya melindungi kota-kota di Arab Saudi serta infrastruktur nasional yang dianggap penting dari serangan udara Houthi.

"Inggris akan menerbangkan misi pertahanan udara untuk membantu melindungi kota-kota Saudi serta infrastruktur nasional penting dari serangan udara," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris seperti dikutip Al Jazeera.

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan pesawat-pesawat tersebut tidak akan melancarkan serangan. Operasi yang dijalankan murni bersifat defensif. Selain Typhoon, Inggris juga mengirim pesawat angkut militer untuk mendukung pergerakan pesawat dan personel di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Ia menyebut serangan yang terus berlanjut terhadap sekutu Inggris itu sebagai tindakan yang tercela.

"Serangan berlanjut dari Houthi terhadap sekutu kita Arab Saudi benar-benar tercela," kata Streeting. Ia juga menyoroti penargetan bandara di Riyadh yang menurutnya menunjukkan seberapa jauh Houthi berupaya meningkatkan situasi di kawasan.

Sejumlah bandara di Arab Saudi memang menjadi sasaran gempuran Houthi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu serangan menyasar Bandara Internasional King Khalid. Insiden itu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Konflik antara Houthi dan Arab Saudi meletus sejak Juli setelah serangan di bandara Sanaa, Yaman. Houthi menuduh Saudi berada di balik serangan tersebut. Kedua pihak sebenarnya sudah berselisih sejak 2015, ketika Saudi mengintervensi perang saudara Yaman dengan mendukung pemerintah Yaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User