Hantavirus Kembali Jadi Sorotan, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Hantavirus kembali disorot setelah wabah di kapal MV Hondius. Kenali gejala, kasus di Indonesia, dan cara pencegahannya.
Sahkato - Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang dapat menyebar dari hewan ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui hewan pengerat, seperti tikus dan mencit.
Seseorang dapat terinfeksi ketika terpapar kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat yang sudah terinfeksi Hantavirus.
Virus ini kembali menjadi perhatian dunia setelah wabah Hantavirus dilaporkan terjadi di kapal pesiar MV Hondius yang sedang berlayar di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026.
Hingga saat ini, tercatat 3 orang meninggal dunia. Selain itu, sekitar 8 orang terdeteksi, dengan rincian 5 orang terkonfirmasi dan 3 orang masih berstatus suspek.
Kasus Hantavirus di Indonesia
Hantavirus bukan virus baru. Di Indonesia, virus ini juga sudah pernah tercatat sebelumnya.
Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus jenis Seoul virus dalam tiga tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, 3 orang meninggal dunia.
Angka case fatality rate atau CFR tercatat relatif tinggi, yakni 13 persen.
Pada 2026, terdapat tambahan 5 kasus terkonfirmasi. DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 6 kasus.
Sementara itu, sejumlah provinsi lain juga mencatat kasus terkonfirmasi, yaitu Sumatera Barat 1 kasus, Banten 1 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Jawa Timur 1 kasus, DIY 6 kasus, NTT 1 kasus, Kalimantan Barat 1 kasus, dan Sulawesi Utara 1 kasus.
Gejala Hantavirus Muncul dalam Dua Fase
Gejala Hantavirus biasanya muncul dalam dua fase utama. Fase pertama menyerupai flu, sedangkan fase lanjutan dapat berkembang lebih serius karena menyerang organ tubuh, seperti paru-paru atau ginjal.
Gejala umumnya mulai terlihat dalam rentang 1 hingga 8 minggu setelah seseorang terpapar kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Gejala Awal Hantavirus
Pada fase awal, yakni hari pertama hingga hari keempat, pasien Hantavirus umumnya mengalami sejumlah gejala.
Gejala tersebut meliputi demam, meriang, nyeri otot hebat, pusing, sakit kepala, serta gangguan pencernaan seperti muntah, diare, dan sakit perut.
Gejala Lanjutan Hantavirus
Pada fase lanjutan, pasien Hantavirus dapat mengalami batuk dan sesak napas parah. Kondisi ini juga dapat disertai rasa sesak di dada, tekanan darah rendah, hingga kegagalan fungsi jantung pada kasus fatal.
Selain itu, Hantavirus juga dapat menyebabkan gangguan ginjal. Gejala yang dapat muncul antara lain nyeri punggung tajam, bintik merah atau ruam pada kulit, hingga gagal ginjal akut.
Cara Mencegah Hantavirus
Cara utama mencegah Hantavirus adalah menghindari masuknya tikus ke dalam rumah. Kebersihan lingkungan juga perlu dijaga agar tidak menjadi tempat berkembangnya hewan pengerat.
Masyarakat juga disarankan membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran hewan pengerat dengan lebih hati-hati.
Penggunaan masker dan sarung tangan diperlukan saat membersihkan tempat yang diduga terpapar kotoran, urine, atau air liur tikus.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0