Festival Kota Tua 2026 Resmi Dibuka, Angkat Filosofi 'Urang Padang Jalan Barampek' dan Barongsai Internasional
Festival Kota Tua 2026 di Padang resmi dibuka, mengangkat filosofi 'Urang Padang Jalan Barampek' yang merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India. Acara ini juga menampilkan Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar yang diikuti tujuh negara. Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi festival sebagai pendukung kota gastronomi dunia.
Festival Kota Tua 2026 resmi dibuka di GOR HTT Padang pada Sabtu (15/8/2026) malam. Acara ini tidak hanya menjadi ajang seni dan hiburan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali sejarah serta keberagaman masyarakat yang membentuk identitas Kota Padang.
Wakil Ketua HTT Pusat Padang sekaligus Anggota DPRD Sumatera Barat, Albert Hendra Lukman, menegaskan bahwa festival tahun ini tetap mengusung filosofi 'Urang Padang Jalan Barampek'. Filosofi tersebut merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Kota Padang.
"Festival tahun ini tetap mengangkat filosofi 'Urang Padang Jalan Barampek' yang merepresentasikan keberagaman etnis Minangkabau, Tionghoa, Nias, dan India dalam sejarah Kota Padang. Keterlibatan berbagai komunitas penting untuk menghidupkan Kota Tua sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat," ujar Albert.
Ia menilai keberadaan berbagai komunitas tersebut merupakan kekuatan yang perlu terus dirawat. Melalui festival, sejarah dan keberagaman Kota Tua tidak hanya dikenang, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada generasi muda serta wisatawan.
Festival Kota Tua 2026 digelar HTT Pusat Padang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat pada 15–23 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan meliputi pertunjukan seni, promosi kuliner, kegiatan sosial berupa donor darah, serta berbagai agenda yang berkaitan dengan budaya dan sejarah Kota Tua Padang.
Salah satu agenda utama yang menjadi pembeda tahun ini adalah Kejuaraan Barongsai Internasional Piala Gubernur Sumbar. Kompetisi tersebut diikuti peserta dari tujuh negara, yakni Amerika Serikat, Malaysia, China, Prancis, Australia, Vietnam, dan Hong Kong. Albert mengatakan penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut sekaligus memperluas cakupan Festival Kota Tua dan membuka ruang interaksi antara komunitas lokal dengan peserta dari berbagai negara.
Di sisi lain, Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival tersebut. Ia menilai seni, budaya, dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas sekaligus daya tarik wisata Kota Padang. "Tanpa seni, budaya, dan tradisi, Kota Padang akan kehilangan rasa dan identitas. Karena itu, Festival Kota Tua tepat digelar untuk mendukung Padang menuju kota gastronomi dunia," kata Fadly.
Fadly juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang dan berbagai pihak dalam pengembangan festival dapat terus diperkuat. Ia menargetkan Festival Kota Tua tahun depan dapat dikolaborasikan dengan rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-358. "Semoga kolaborasi ini semakin memeriahkan HJK sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan budaya Kota Padang," ujarnya.
Pembukaan Festival Kota Tua 2026 turut dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi, unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (PB FOBI) Edy Kusuma, pimpinan OPD terkait di lingkup Pemprov Sumbar dan Pemko Padang, serta jajaran pengurus HTT Pusat Padang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)