FBI Ciduk Perempuan di Bandara LAX, Diduga Intai Keluarga Presiden Taiwan untuk China

FBI menangkap Wanying Zhang alias Heather, 34 tahun, di Bandara Internasional Los Angeles saat hendak terbang ke China. Ia diduga menjadi mata-mata China yang menguntit dan mengumpulkan informasi tentang keluarga Presiden Taiwan Lai Ching-te tanpa mendaftar sebagai agen asing. Taiwan mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk penindasan transnasional.

Oct 05, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0 0
FBI Ciduk Perempuan di Bandara LAX, Diduga Intai Keluarga Presiden Taiwan untuk China
FBI Ciduk Perempuan di Bandara LAX, Diduga Intai Keluarga Presiden Taiwan untuk China

FBI menangkap seorang perempuan berusia 34 tahun bernama Wanying Zhang alias Heather di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) saat ia hendak terbang ke China. Penangkapan itu terkait dugaan kegiatan mata-mata untuk pemerintah China, termasuk menguntit dan mengumpulkan informasi tentang keluarga Presiden Taiwan Lai Ching-te di Amerika Serikat.

Asisten Jaksa AS untuk Distrik Pusat California, Bill Essayli, mengungkapkan bahwa Zhang diduga bekerja untuk pemerintah China tanpa mendaftarkan diri sebagai agen asing sebagaimana diwajibkan hukum Amerika Serikat. Menurut Essayli, Zhang mengambil foto dan video targetnya serta mengirimkan informasi seperti nomor pelat kendaraan kepada pejabat China.

Kantor Kepresidenan Taiwan membenarkan bahwa kerabat Lai menjadi sasaran Zhang, meski tidak merinci apakah putra Lai termasuk di dalamnya. Taiwan menyebut kasus ini sebagai bentuk penindasan transnasional dan mengecam keras tindakan tersebut.

"Taiwan mengutuk keras tindakan barbar tersebut karena mengabaikan hak asasi manusia dan kedaulatan nasional," ujar juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Karen Kuo. Ia menambahkan bahwa tindakan itu bertujuan menekan, mengancam, bahkan melukai individu yang memperjuangkan kebebasan dan demokrasi, termasuk keluarga mereka.

Zhang diketahui merupakan agen penjualan properti berlisensi yang tinggal di Irvine, California selatan, berdasarkan catatan perizinan dan daftar properti yang dilaporkan media lokal KTLA. Hingga kini belum diketahui kewarganegaraan Zhang maupun apakah ia telah didampingi pengacara. Zhang dijadwalkan menjalani sidang pertama di pengadilan federal Los Angeles pada Senin (5/10).

Kedutaan Besar China di Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas kasus tersebut, sementara Kementerian Luar Negeri China tutup karena hari libur. Kasus ini muncul di tengah ketegangan yang terus meningkat antara China dan Taiwan.

China dan Taiwan terpisah setelah perang saudara pada 1949. Beijing hingga kini mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Lai terpilih sebagai presiden Taiwan pada 2024 dan berulang kali menegaskan bahwa Taiwan dan China tidak saling memiliki, serta menyatakan Republik Rakyat China tidak berhak mewakili Taiwan.

China menganggap Lai sebagai separatis dan menyebutnya sebagai perusak perdamaian. Selama pemerintahannya, Lai meningkatkan fokus Taiwan terhadap pertahanan, dengan rencana menaikkan belanja pertahanan dari sekitar 3 persen menjadi 5 persen produk domestik bruto (PDB) dan mendorong anggaran khusus untuk membangun sistem pertahanan udara T-Dome.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User