Dua Anak Limau Manis Selatan Siap Berangkat ke Jepang, Kevin Berangkat 13 Oktober, Wardah Menyusul

Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah, warga Limau Manis Selatan dari keluarga RTM, siap bekerja di Jepang melalui program pemberdayaan PT Semen Padang. Kevin berangkat 13 Oktober 2026 ke Prefektur Ibaraki, Wardah menyusul ke Kanagawa setelah dokumen rampung. Program ini membuka akses kerja dan diharapkan berlanjut pada 2027.

Oct 15, 2026 - 08:03
Updated: 24 hours ago
0 0
Dua Anak Limau Manis Selatan Siap Berangkat ke Jepang, Kevin Berangkat 13 Oktober, Wardah Menyusul
Dua Anak Limau Manis Selatan Siap Berangkat ke Jepang, Kevin Berangkat 13 Oktober, Wardah Menyusul

Kesempatan bekerja di Jepang kembali terbuka bagi warga Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Dua orang peserta program pemberdayaan masyarakat, Kevin Blezynsky Jhonevan dan Wardah Putri Maghfirah, resmi dilepas oleh Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan dalam acara yang digelar di Kantor Lurah Limau Manis Selatan, Senin (12/10/2026). Acara tersebut turut dihadiri Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Unit CSR PT Semen Padang, Nurwan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Kevin dan Wardah berasal dari keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM) di kelurahan yang sama. Meski demikian, keduanya memiliki tekad kuat untuk mengubah nasib keluarga melalui kesempatan kerja di negeri Sakura. Kevin, anak pertama dari tiga bersaudara, mengaku termotivasi untuk meringankan beban ekonomi orang tua dan memastikan kedua adiknya tetap bisa menyelesaikan pendidikan. "Dengan adanya kesempatan bekerja ke Jepang, saya bisa membantu meringankan beban ekonomi orang tua, sekaligus memastikan kedua adik saya yang masih kuliah tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya," ujarnya.

Sebelum dinyatakan lolos, Kevin harus menempuh pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Kamisato Gakuin Center selama enam bulan, dari Juni hingga Desember 2025. Setelah menyelesaikan pelatihan, ia mengikuti serangkaian pengujian dan seleksi hingga akhirnya diterima bekerja di sektor pertanian di Enjoji Yohei, Prefektur Ibaraki. Kevin akan berangkat pada 13 Oktober 2026 dengan kontrak awal satu tahun dan kemungkinan diperpanjang hingga maksimal lima tahun. "Harapannya, saya bisa di Jepang selama lima tahun. Karena semakin lama kesempatan bekerja di Jepang, maka semakin besar pula peluang untuk mengumpulkan tabungan, membantu keluarga, dan mempersiapkan rencana usaha yang ingin dirintis setelah balik ke Tanah Air," tuturnya.

Sementara itu, Wardah Putri Maghfirah, lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Andalas, juga memilih bekerja di Jepang untuk mengembangkan diri dan memperkuat ekonomi keluarga. Perempuan berusia 25 tahun itu akan bekerja di bidang perawatan lansia di Hanamonogatari, Prefektur Kanagawa. Namun, ia masih menunggu penyelesaian dokumen dan Certificate of Eligibility (COE) sebelum bisa berangkat. "Berbeda dengan Kevin yang dijadwalkan berangkat pada 13 Oktober 2026, saya sendiri masih harus menunggu hingga seluruh persyaratan keberangkatan saya selesai," kata Wardah.

Ketua Forum Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Limau Manis Selatan, Budi Safrianto, menjelaskan bahwa program ini memang diprioritaskan bagi warga dari RTM. Menurutnya, keberhasilan peserta mendapatkan pekerjaan di Jepang tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga berpotensi mengurangi jumlah rumah tangga miskin di wilayah tersebut. "Jika satu peserta bisa berangkat, maka akan berpotensi untuk mengurangi satu RTM di Limau Manis Selatan," ujarnya. Forum juga menjalin kerja sama dengan investor untuk menyediakan dana talangan biaya keberangkatan sekitar Rp30 juta per peserta, yang pengembaliannya dilakukan secara bertahap setelah mereka berpenghasilan di Jepang.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Limau Manis Selatan, Abu Nasir, mengapresiasi program yang dinilai tepat sasaran. Ia berpesan agar Kevin dan Wardah menjaga kepercayaan yang telah diberikan. "Mereka adalah orang-orang terpilih. Bekerja di Jepang selama beberapa tahun merupakan kesempatan berharga. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," pesannya. Sekretaris Lurah Limau Manis Selatan, Damsiar, juga mengapresiasi kolaborasi PT Semen Padang dan Forum Pemberdayaan Masyarakat yang telah menghadirkan manfaat langsung bagi warga.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menjelaskan bahwa pelatihan bahasa dan budaya Jepang merupakan bagian dari program Basinergi Membangun Nagari yang dilaksanakan melalui dua Forum Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan Pauh, yakni Limau Manis Selatan dan Koto Lua. Sebelum Kevin, warga dari Koto Lua telah lebih dahulu diberangkatkan. "Dengan demikian, Kevin menjadi warga kedua yang berhasil diberangkatkan melalui program tersebut, sedangkan Wardah diharapkan segera menyusul setelah persyaratan keberangkatannya selesai," katanya. Hernes berharap kesempatan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk mengumpulkan penghasilan, tetapi juga untuk menyiapkan masa depan ekonomi yang lebih mandiri.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan sebagai investasi sosial jangka panjang. "Melalui kolaborasi Forum Nagari dan pemangku kepentingan lainnya, kami berharap semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk bekerja di Jepang," ujarnya. PT Semen Padang memandang Community Development sebagai proses membangun bersama masyarakat, sehingga program diarahkan pada penguatan kapasitas, pemberdayaan, dan penciptaan manfaat berkelanjutan. Budi Safrianto pun berharap program pelatihan bahasa dan budaya Jepang dapat terus berlanjut pada 2027 dengan dukungan PT Semen Padang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User