Diam-diam Ganti Pesawat Saat Pulang dari Turki, Trump Akui Justru Lebih Berisiko

Presiden AS Donald Trump mengakui diam-diam mengganti pesawat saat pulang dari KTT NATO di Ankara, Turki, atas arahan Secret Service. Langkah ini dilakukan karena adanya ancaman pembunuhan dari Iran. Trump mengaku pesawat pengganti justru lebih berisiko dan menjadi sasaran empuk. Pergantian ini baru terungkap setelah laporan Washington Post.

Aug 21, 2026 - 00:58
Updated: 2 months ago
0 0
Diam-diam Ganti Pesawat Saat Pulang dari Turki, Trump Akui Justru Lebih Berisiko
Diam-diam Ganti Pesawat Saat Pulang dari Turki, Trump Akui Justru Lebih Berisiko

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya angkat bicara soal operasi pengelabuan yang membuatnya diam-diam berganti pesawat saat meninggalkan KTT NATO di Ankara, Turki, bulan lalu. Pengakuan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (11/8), mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut diambil atas arahan Dinas Rahasia AS (Secret Service) menyusul adanya ancaman pembunuhan dari Iran.

Dalam pernyataannya, Trump justru mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pesawat pengganti yang digunakannya. Menurutnya, pesawat tersebut memiliki risiko keamanan yang lebih besar dibandingkan Air Force One yang biasa ia tumpangi. "Saya rasa sebenarnya pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko yang lebih besar. Saya rasa risikonya lebih besar karena menurut saya, pesawat itulah yang kemungkinan lebih mereka incar," ujarnya.

Operasi penggantian pesawat ini dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer melalui sebuah truk katering, sebuah langkah yang dirancang untuk mengelabui pihak-pihak yang mungkin mengincar presiden. Media AS melaporkan bahwa langkah ini dipicu oleh situasi memanas antara Washington dan Teheran, yang saat itu tengah berperang sengit.

Gedung Putih tidak pernah mengungkapkan pergantian pesawat tersebut kepada publik. Kerahasiaan ini baru terbongkar setelah Washington Post memberitakannya pada Senin lalu. Sejumlah komentator media pun mempertanyakan apakah operasi tersebut justru membahayakan staf Trump dan jurnalis yang ikut bepergian, karena mereka tetap berada di pesawat yang diyakini membawa presiden.

Sejak laporan itu muncul, media sosial dibanjiri meme yang menggambarkan Trump bersembunyi di dalam truk katering. Hal ini dinilai ironis, mengingat Trump selama ini kerap mencitrakan dirinya sebagai pemimpin pemberani. Menanggapi hal itu, Trump menegaskan bahwa ia hanya mengikuti arahan Secret Service, lembaga yang bertanggung jawab atas keselamatannya.

"Ya, itu sepenuhnya tergantung pada Secret Service. Saya hanya mengikuti apa yang mereka ingin saya lakukan, jadi saya mengikuti arahan Secret Service dan militer," kata Trump seperti dikutip Reuters. Ia juga mengakui adanya ancaman nyata terhadap dirinya. "Saya rasa memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya menerima banyak ancaman," tambahnya.

Sebelumnya, Trump terbang ke Ankara menggunakan Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar dan telah direnovasi. Namun, secara mendadak ia mengumumkan akan menggunakan Air Force One yang lebih tua saat meninggalkan Turki, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai keamanan pesawat baru tersebut. Perjalanan ke KTT NATO itu merupakan penerbangan internasional pertama pesawat baru tersebut, dan proses renovasinya yang cepat telah memicu kekhawatiran soal biaya dan keamanan, terutama di tengah ketegangan perang dengan Iran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User