Demo Prancis Merembet ke Brussels, Massa Bikin Rusuh dan Polisi Kepung dengan Gas Air Mata

Gelombang demonstrasi di Prancis merembet ke Belgia. Ratusan orang, sebagian besar anak muda, berunjuk rasa di Brussels dan bentrok dengan polisi yang menembakkan gas air mata serta meriam air. Aksi dipicu kenaikan biaya pendidikan dan reformasi yang dikhawatirkan mempersulit akses pendidikan tinggi. Di Prancis, kantor pariwisata Lyon dibakar dan sedikitnya 166 orang ditangkap dalam aksi menolak tingginya biaya hidup.

Oct 17, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Demo Prancis Merembet ke Brussels, Massa Bikin Rusuh dan Polisi Kepung dengan Gas Air Mata
Demo Prancis Merembet ke Brussels, Massa Bikin Rusuh dan Polisi Kepung dengan Gas Air Mata

Gelombang unjuk rasa yang mengguncang Prancis mulai merembet ke negara tetangga. Pada Sabtu (17/10), ratusan orang, sebagian besar berusia muda, turun ke jalan di pusat kota Brussels, Belgia, dan sejumlah di antaranya terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Massa yang berkumpul di jantung ibu kota Belgia itu banyak yang mengenakan masker sambil meneriakkan slogan-slogan antifasis. Menurut Reuters, aksi di Brussels ini sebagian terinspirasi oleh demonstrasi besar yang sedang berlangsung di Prancis.

Ketegangan pun memuncak. Polisi melepaskan gas air mata dan menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa, sementara sejumlah demonstran terlihat membalikkan sebuah mobil di lokasi kejadian.

Menteri Dalam Negeri Belgia Bernard Quintin menegaskan bahwa situasi di Brussels sudah melampaui batas unjuk rasa biasa. Melalui unggahan di platform X, ia menyatakan bahwa segala cara yang diperlukan akan dipakai untuk memulihkan ketertiban dari para perusuh.

Aksi di Belgia tidak hanya soal solidaritas. Kelompok mahasiswa setempat menyuarakan penolakan terhadap kenaikan biaya pendidikan serta reformasi yang mereka khawatirkan bakal membuat pendidikan tinggi semakin sulit dijangkau. Demonstrasi serupa juga berlangsung di Liege, kota di bagian timur Belgia, yang sebelumnya diwarnai protes mahasiswa terhadap sistem pendidikan berbahasa Prancis.

Sementara itu, di Prancis, kerusuhan terjadi di sejumlah kota. Di Lyon, demonstran membakar kantor pariwisata di sela demonstrasi nasional menentang tingginya biaya hidup. Di Paris, sebuah mobil dan kios koran dibakar, sementara aparat menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok bermasker di Place de la Republique.

Di Marseille, sejumlah toko dan kantor polisi kota mengalami kerusakan. Sebagian demonstran bahkan sempat menerobos masuk ke lobi balai kota. Kantor Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mencatat 140 aksi di luar wilayah Paris hingga siang hari dengan lebih dari 30.000 peserta, dan sedikitnya 166 orang ditangkap di seluruh negeri.

Kerusuhan di Prancis sendiri bermula bulan lalu sebagai protes soal pendanaan pendidikan dan kondisi sekolah, sebelum meluas menjadi gerakan yang menyoroti ketimpangan, belanja publik, dan standar hidup. Demonstran juga menyerukan kebangkitan kembali gerakan rompi kuning, dengan dukungan serikat buruh CGT yang menuntut upah dan pensiun lebih tinggi, harga lebih rendah, serta perlindungan layanan publik.

Sehari sebelum demo, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan ketenangan. Ia menegaskan hak konstitusional untuk berdemonstrasi tetap diakui, tetapi disertai kewajiban menghormati orang lain dan properti, termasuk tidak melakukan penghinaan maupun perusakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User