Demo Pelajar Meluas di Prancis, Pemerintah Janji Kirim 3.000 Guru Pengganti ke Sekolah Terpinggirkan

Gelombang demonstrasi pelajar di berbagai wilayah Prancis menuntut perbaikan sistem pendidikan yang dinilai penuh ketidaksetaraan. Pemerintah di bawah Presiden Emmanuel Macron merespons dengan janji menyediakan 3.000 guru pengganti, terutama untuk sekolah menengah di daerah terpinggirkan. Menteri Pendidikan Edouard Geffray menyatakan guru akan dikerahkan dalam beberapa hari ke depan untuk menggantikan staf yang absen di 114 sekolah menengah.

Oct 09, 2026 - 16:02
Updated: 10 hours ago
0 0
Demo Pelajar Meluas di Prancis, Pemerintah Janji Kirim 3.000 Guru Pengganti ke Sekolah Terpinggirkan
Demo Pelajar Meluas di Prancis, Pemerintah Janji Kirim 3.000 Guru Pengganti ke Sekolah Terpinggirkan

Pemerintah Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron akhirnya angkat bicara menghadapi gelombang demonstrasi pelajar yang berlangsung berhari-hari di sejumlah wilayah. Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray menyatakan pihaknya akan menyediakan 3.000 guru pengganti, khususnya bagi sekolah menengah atas yang berada di kawasan terpinggirkan.

Langkah itu diambil sebagai respons atas tuntutan para pelajar yang menilai sistem pendidikan Prancis masih diliputi ketidaksetaraan. Geffray menegaskan guru-guru pengganti akan mulai dikerahkan dalam beberapa hari mendatang untuk mengisi kekosongan staf yang absen di 114 sekolah menengah dari total 3.700 sekolah menengah di Prancis.

Aksi demonstrasi pelajar sendiri telah meluas di banyak wilayah Prancis. Para peserta demo menyuarakan sejumlah keluhan mendasar, mulai dari bangunan sekolah yang rusak, ukuran kelas yang terlalu besar atau sesak, kekurangan meja dan kursi, hingga minimnya ketersediaan guru pengganti.

Mereka juga memprotes banyaknya guru yang absen akibat beban kerja yang dinilai ekstrem serta gaji yang rendah. Kondisi ini dinilai semakin memperparah kualitas pendidikan, terutama di sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran.

Sejumlah sekolah menengah di Prancis memang dilaporkan berada dalam kondisi memprihatinkan. Video yang direkam oleh pelajar dan pengajar menunjukkan atap sekolah bocor, tikus berkeliaran, lubang terlihat di dinding dan langit-langit, toilet rusak, hingga kekurangan meja dan kursi.

"Seharusnya tidak ada orang yang lebih berpendidikan daripada yang lain ketika kita semua berada dalam sistem pendidikan publik," kata Jeanne, seorang pelajar berusia 15 tahun, sebagaimana dikutip AFP.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sebanyak 71.500 orang turut serta dalam demonstrasi tersebut. Sementara itu, polisi sejauh ini telah mencatat lebih dari 500 orang dalam kaitannya dengan aksi demonstrasi yang berlangsung.

Janji penambahan 3.000 guru pengganti ini menjadi ujian bagi pemerintahan Macron dalam menjawab tuntutan pelajar. Publik akan menantikan apakah komitmen tersebut benar-benar terealisasi dalam beberapa hari ke depan sesuai pernyataan Menteri Pendidikan Edouard Geffray.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User