Data Center AI Dituding Sedot Air dalam Jumlah Besar, Amazon Buka Suara soal Angka Sebenarnya

Pembangunan data center AI yang pesat memicu kekhawatiran soal konsumsi air. Studi EESI menyebut data center di AS memakai 5 juta galon air per hari, setara kebutuhan 10-50 ribu penduduk. Amazon membantah, klaim CEO AWS Matt Garman konsumsi air pusat data hanya 0,5 persen dari total penggunaan air industri langsung di AS dan rata-rata 170 ribu galon per hari.

Oct 07, 2026 - 04:02
Updated: 2 days ago
0 0
Data Center AI Dituding Sedot Air dalam Jumlah Besar, Amazon Buka Suara soal Angka Sebenarnya
Data Center AI Dituding Sedot Air dalam Jumlah Besar, Amazon Buka Suara soal Angka Sebenarnya

Pesatnya pembangunan pusat data untuk kecerdasan buatan (AI) memunculkan kekhawatiran serius soal penggunaan air. Studi Environmental and Energy Study Institute (EESI) yang terbit pada 2025 menyebut data center di Amerika Serikat (AS) mengonsumsi 5 juta galon air per hari. Penulis studi, Miguel Yañez-Barnuevo, menyatakan angka itu setara dengan kebutuhan air bagi 10 hingga 50 ribu penduduk.

Dalam laporannya, Yañez-Barnuevo mengungkap bahwa 5.426 pusat data di AS mengonsumsi miliaran galon air setiap tahun. Sebuah laporan bahkan memperkirakan pusat data di negara itu memakai 449 juta galon air per hari dan 163,7 miliar galon per tahun pada 2021. Air tersebut umumnya berasal dari air tawar permukaan, air tanah, pipa air kota, atau sumber daur ulang.

Menurut Yañez-Barnuevo, besarnya konsumsi air dipengaruhi suhu ruangan, lokasi, iklim, ketersediaan air, ukuran, serta kepadatan rak chip di dalam data center. Air digunakan sebagai bagian dari sistem pendingin perangkat. Sekitar 80 persen air yang diambil pusat data umumnya menguap karena panas, sedangkan sisanya dibuang ke fasilitas pengolahan air limbah kota.

Ia menyoroti bahwa meningkatnya jumlah pusat data AI turut mendorong kepadatan chip dan suhu ruangan yang lebih tinggi, sehingga kebutuhan air otomatis ikut naik. Pengambilan air tawar dari sungai lokal atau mineral bawah tanah dinilai sebagai praktik boros air dan berpotensi memicu kekeringan, terutama di daerah yang memang kekurangan air. Dampaknya, kebutuhan air harian masyarakat bisa terganggu.

Yañez-Barnuevo menyarankan sejumlah metode pendinginan yang lebih ramah ekosistem, seperti sistem pendinginan tertutup atau closed-loop, pendinginan imersi, pendinginan udara, dan pemanfaatan sumber air non-minum seperti air limbah daur ulang.

Menanggapi hal itu, Amazon menegaskan bahwa data center memang memerlukan air untuk mendinginkan chip prosesor agar tidak panas berlebihan dan terhindar dari kerusakan. Namun, CEO Amazon Web Services (AWS) Matt Garman menyebut pusat data AI hanya memakai sedikit air dibandingkan industri lain. Menurutnya, konsumsi air langsung pusat data hanya sekitar 0,5 persen dari total penggunaan air industri langsung di AS.

Garman bahkan membandingkan konsumsi air data center dengan lapangan golf di AS yang disebutnya menggunakan sekitar 200 kali lebih banyak air daripada seluruh pusat data Amazon. Ia pun membantah anggapan bahwa pusat data bisa menghabiskan seluruh air. "Salah satu pernyataan yang paling sering diulang tentang air adalah bahwa pusat data pada umumnya menggunakan lima juta galon per hari. Ini juga salah," tegas Garman.

Garman mengklaim pusat data pada umumnya menggunakan rata-rata sekitar 170 ribu galon air per hari, sementara perusahaannya hanya memakai kurang dari 13 ribu galon per hari. Pernyataan itu disampaikannya dalam keterangan pada Jumat (2/10), sekaligus menepis rumor yang menyebut pusat data akan menyedot habis persediaan air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User