CORE Indonesia Nilai Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027 Terlalu Optimistis, Ini Alasannya

CORE Indonesia menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027 terlalu optimistis. Direktur Riset CORE, Akbar Susamto, menyebut secara historis pertumbuhan ekonomi RI jarang menembus 5,5 persen dan belum ada sentimen kuat untuk mencapai 6 persen. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 6 persen pada 2027, lebih tinggi dari APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Aug 20, 2026 - 01:09
Aug 20, 2026 - 01:09
 0
CORE Indonesia Nilai Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027 Terlalu Optimistis, Ini Alasannya
CORE Indonesia Nilai Target Ekonomi 6 Persen di RAPBN 2027 Terlalu Optimistis, Ini Alasannya

Jakarta - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan tanggapan atas target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang dipasang pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Target tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato nota keuangan di hadapan DPR RI, Jumat (14/8).

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal dan Moneter CORE Indonesia, Akbar Susamto, menilai angka itu terlalu optimistis. Pasalnya, secara historis pertumbuhan ekonomi Indonesia jarang menyentuh level 5,5 persen, bahkan nyaris belum pernah terjadi. Hal ini mencerminkan keterbatasan kemampuan domestik dalam mendorong pertumbuhan yang signifikan.

"Jika benar bahwa asumsi pertumbuhan ekonominya adalah 5,8-6,5 persen, tentu saja kita tahu itu asumsi yang sangat optimis," ujar Akbar dalam forum bertajuk Mengupas Pidato Presiden RI & Nota Keuangan dan RAPBN 2027.

Akbar menegaskan bahwa belum ada alasan kuat, baik dari faktor internal maupun eksternal, yang bisa mendukung optimisme mencapai pertumbuhan 6 persen. Sejak Februari 2026, kondisi ekonomi global terus dihantui situasi geopolitik yang meningkatkan ketidakpastian, sehingga memengaruhi prospek ekonomi Indonesia.

"Rasanya belum ada alasan yang bisa membuat kita menjadi sangat optimistik, di mana pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen," kata Akbar. Ia menambahkan, "Jadi faktor eksternal dan internal itu belum ada yang bisa memberikan kita alasan untuk begitu yakin bahwa kita akan mencapai itu."

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Target ini disusun dengan asumsi inflasi tetap 2,5 persen, suku bunga SBN tenor 10 tahun di 6,9 persen, dan nilai tukar rupiah rata-rata Rp17.500 per dolar AS.

Selain itu, pemerintah memasang asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$75 per barel, dengan lifting minyak 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari. Asumsi-asumsi ini menjadi dasar kebijakan fiskal dalam RAPBN 2027 yang akan dibahas lebih lanjut bersama DPR.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0