BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di 10 Wilayah pada Kamis Ini
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang untuk 7-9 Oktober 2026. Sebanyak 10 wilayah berstatus Waspada, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Angin kencang berpotensi terjadi di Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Meski El Nino kuat dan IOD positif menyebabkan cuaca kering, dinamika atmosfer regional tetap memicu peluang hujan lokal.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku untuk periode 7-9 Oktober 2026, dengan puncak potensi pada hari ini, Kamis (8/10).
Menurut BMKG, terdapat 10 wilayah yang berstatus Waspada terhadap hujan sedang hingga lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Tidak ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas pada hari ini.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca Indonesia pada awal Oktober 2026 masih dipengaruhi oleh El Nino dengan intensitas sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kedua fenomena ini menyebabkan atmosfer relatif kering dan berpotensi bertahan di sejumlah wilayah. Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 06-12 Oktober 2026, BMKG menyebutkan bahwa El Nino sangat kuat masih bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial, sedangkan IOD positif mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.
Pada dasarian I Oktober atau periode 1-10 Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 mm per dasarian. Sekitar 19,99 persen wilayah berada pada kategori menengah dengan curah hujan 50-150 mm per dasarian, sedangkan sekitar 0,36 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 150-300 mm per dasarian.
"Dominasi curah hujan kategori rendah tersebut mengindikasikan bahwa kondisi kering masih berpotensi berlanjut di sebagian besar wilayah," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut. BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini perlu diperhatikan di daerah yang sebelumnya telah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang. Kewaspadaan terhadap dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu dipertahankan.
Meski demikian, dinamika atmosfer regional masih mendukung peluang hujan di sejumlah daerah. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, sementara Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Selain itu, zona perlambatan dan pertemuan massa udara diprakirakan terbentuk di sebagian Sumatra bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, serta Papua. Dukungan gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta pola pertemuan dan belokan angin tersebut dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak untuk tetap waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir maupun angin kencang. Potensi hujan lokal ini diperkirakan masih dapat terjadi sepanjang periode prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)