Bendungan Raksasa di Nepal Mulai Meluap, Ancaman Banjir Bandang Baru Mengintai

Bendungan berisi 2 juta kubik air di Nepal mulai meluap sejak Jumat pagi dan volume air kini mencapai 2,5 juta kubik. Otoritas Nepal dan tim penyelamat China mewaspadai potensi banjir bandang serta tanah longsor baru, sementara hujan yang terus turun membuat bendungan rentan jebol.

Oct 2, 2026 - 04:02
Oct 2, 2026 - 04:02
 0
Bendungan Raksasa di Nepal Mulai Meluap, Ancaman Banjir Bandang Baru Mengintai
Bendungan Raksasa di Nepal Mulai Meluap, Ancaman Banjir Bandang Baru Mengintai

Nepal kembali berada dalam situasi darurat. Bendungan yang menampung sekitar 2 juta kubik air mulai meluap pada Jumat (28/8) pagi waktu setempat, memicu kekhawatiran akan banjir bandang dan tanah longsor baru di wilayah tersebut. Volume air di bendungan itu kini dilaporkan telah bertambah menjadi 2,5 juta kubik.

Bendungan tersebut terbentuk dari pertemuan aliran sungai dan berada dalam kondisi yang sangat berisiko. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan bahwa luapan air terjadi tanpa henti sejak pagi sehingga menyulitkan tim penyelamat menjalankan operasi penyelamatan di lokasi.

"Ada kemungkinan besar hal itu bisa memicu banjir bandang atau tanah longsor baru, jadi sangat berbahaya ke daerah-daerah yang sudah diidentifikasi sebagai prioritas untuk operasi pencarian dan penyelamatan," demikian laporan CCTV yang dikutip dari CNN.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan air mengalir deras dengan batu-batu besar berada di tengah arus. Kondisi itu membuat tim penyelamat China memilih menunggu di sebuah desa yang berjarak beberapa kilometer dari perbatasan Gyirong sambil terus menilai perkembangan situasi.

Pejabat tinggi pemerintah distrik Rasuwa, Nepal, membenarkan bahwa China telah berbagi informasi terkait danau yang meluap tersebut. Sementara itu, anggota tim yang dikirim oleh Pangkalan Penyelamatan Teknik Anneng China di Lhasa melaporkan telah terjadi beberapa kali longsor di sekitar danau.

"Batuan dan tanah di sepanjang area tersebut saat ini gembur. Selama operasi penilaian, beberapa kali terjadi longsoran sekunder di atas penghalang," kata Chen. Ia menambahkan bahwa personel keamanan akan terus memantau area tersebut dan "siap mundur" begitu mendeteksi tanda-tanda pergeseran yang signifikan.

Perhatian utama saat ini tertuju pada hujan yang terus turun dan membuat bendungan semakin rentan jebol seiring bertambahnya volume air. Peneliti di program energi, air, dan keberlanjutan di lembaga think tank Stimson Center, Austin Lord, mengungkapkan bahwa para ahli sedang memantau dua danau penghalang, termasuk danau tambahan yang terbentuk di bawah retakan gletser.

Menurut Lord, jebolnya salah satu danau tersebut berpotensi memicu banjir kecil di jalur aliran yang sama dengan kejadian awal, bukan peristiwa besar seperti yang terjadi pada hari Rabu. "Jumlahnya semakin meningkat. Jumlahnya memang tidak sedikit, tetapi tidak sampai pada titik di mana jika gagal, hal itu bisa memicu peristiwa sebesar yang kita lihat," ujarnya.

Lord juga menyoroti risiko yang dihadapi para petugas pencarian dan penyelamatan yang beroperasi di koridor sungai. Tantangan terbesar dalam beberapa hari mendatang adalah jika sistem cuaca terus meningkatkan volume air di belakang danau, sehingga potensi bencana susulan masih harus diwaspadai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0