Beda Sikap dengan Trump, JD Vance Pilih Diam soal Dukungan untuk Netanyahu

Wakil Presiden AS JD Vance menolak menyatakan dukungan kepada Benjamin Netanyahu di pemilu Israel, berbeda dengan Presiden Donald Trump yang secara terbuka mendukungnya. Vance beralasan ingin fokus pada pemilihan paruh waktu AS dan tidak ingin ikut campur politik Israel. Pernyataan itu muncul sembilan hari sebelum pemilu Israel digelar.

Oct 20, 2026 - 12:02
Updated: 21 hours ago
0
Beda Sikap dengan Trump, JD Vance Pilih Diam soal Dukungan untuk Netanyahu
Beda Sikap dengan Trump, JD Vance Pilih Diam soal Dukungan untuk Netanyahu

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memilih tidak memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum Israel. Sikap itu berbeda dengan Presiden Donald Trump yang baru-baru ini secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Netanyahu.

Vance menegaskan dirinya tidak ingin terlibat dalam politik Israel karena sedang memusatkan perhatian pada pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan jurnalis Mark Halperin di pesawat kepresidenan Air Force Two pada Senin (19/10).

"Saya mendukung kandidat Amerika, dan fokus saya adalah pemilihan paruh waktu. Saya tidak akan terlibat dalam pemilihan Israel," kata Vance, dikutip dari CNN.

Ia juga menegaskan tidak berada di posisi mendukung maupun menentang keputusan Trump yang memberikan dukungan kepada Netanyahu. Menurut Vance, dirinya sama sekali tidak ikut campur dalam pemilihan umum Israel.

Pernyataan Vance muncul sembilan hari sebelum pemilihan umum Israel digelar. Sebelumnya, Trump sempat menahan diri untuk menyatakan dukungan kepada Netanyahu. Dalam wawancara dengan majalah Time pada awal Oktober, Trump mengatakan tidak lagi terlibat dalam politik Israel.

Namun sikap itu berubah pada Sabtu (17/10) ketika Trump secara terbuka menyatakan dukungan kepada Netanyahu melalui unggahan di media sosial. Trump menyebut Netanyahu sebagai "Perdana Menteri Pejuang Hebat".

Perbedaan sikap kedua pejabat AS itu menjadi perhatian menjelang pemilihan Israel. Vance memilih tidak memberikan dukungan kepada kandidat mana pun, sedangkan Trump secara terbuka mendukung Netanyahu.

Sikap Vance juga menarik perhatian karena sebelumnya ia pernah melakukan perjalanan ke Budapest, Hongaria, untuk mendukung Perdana Menteri Viktor Orban menjelang pemilihan umum di negara tersebut. Orban, yang mendapat dukungan Trump, akhirnya kalah dalam pemilu.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melakukan kunjungan mendadak ke Israel beberapa hari sebelum pemilihan umum berlangsung. Informasi mengenai kunjungan tersebut disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui persoalan itu dan seorang pejabat AS. Menurut sumber Israel yang mengetahui detail kunjungan tersebut serta sumber lain yang memahami persoalan itu, Hegseth bertemu dengan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Senin (19/10) malam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User