Baru 82 Persen, Pramono Pasang Target Air Bersih Jakarta Tuntas 2029
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan akses air bersih Jakarta mencapai 100 persen pada 2029, naik dari capaian saat ini 82 persen. Dalam Jakarta Investment Festival 2026, ia juga menawarkan 37 proyek strategis senilai Rp115 triliun, termasuk ITF Sunter berkapasitas 2.020 ton sampah per hari dan listrik 35 MW.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target ambisius untuk layanan air bersih di Ibu Kota. Ia menyatakan cakupan akses air bersih Jakarta yang kini berada di angka 82 persen akan dikejar hingga mencapai 100 persen pada 2029.
Pernyataan itu disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8). Menurutnya, perluasan akses air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun Jakarta sebagai kota yang lebih berkelanjutan dan layak huni.
"Kami juga memperluas akses terhadap air bersih. Cakupannya telah mencapai 82 persen. Kami menargetkan pada 2029 cakupannya akan mencapai 100 persen," ujar Pramono.
Pramono menjelaskan, penyediaan infrastruktur air bersih merupakan bagian dari pembangunan Jakarta yang berorientasi jangka panjang. Program ini berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur transportasi, pengelolaan sampah, hingga pengembangan kawasan perkotaan.
Salah satu proyek prioritas yang ditawarkan dalam forum investasi tersebut adalah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy dengan nilai investasi sekitar Rp5,3 triliun. Pramono menyebut fasilitas itu dirancang mampu mengolah sampah hingga 2.020 ton per hari.
"ITF Sunter dirancang untuk mengurangi volume sampah lebih dari 80 persen sekaligus menghasilkan listrik hingga 35 megawatt (MW) dengan estimasi nilai proyek Rp5,3 triliun," jelasnya.
Selain air bersih dan pengelolaan sampah, Pramono menegaskan pihaknya tengah mentransformasi pengelolaan sampah menjadi energi berskala besar. Langkah itu dinilai membuka peluang tidak hanya untuk meningkatkan layanan perkotaan, tetapi juga mewujudkan kota yang lebih berkelanjutan.
Dalam Jakarta Investment Festival 2026, Pramono menawarkan 37 proyek strategis Jakarta kepada para investor dengan total nilai investasi indikatif sekitar Rp115 triliun. Ia mengundang mitra yang dapat membawa modal, teknologi, keahlian, serta model bisnis inovatif untuk mengubah peluang tersebut menjadi hasil nyata bagi Jakarta.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0