Banjir Bandang Himalaya Hantam Nepal dan Tibet, 160 Lebih Tewas dan Ratusan Hilang

Banjir bandang besar dari Pegunungan Himalaya menyapu desa-desa di lembah Nepal dan Tibet. Lebih dari 160 orang tewas dan hampir 400 lainnya hilang. Kepolisian Nepal mengevakuasi 157 jenazah, sementara PM Balendra Shah menjanjikan pemerintah hadir penuh. PBB menyatakan keprihatinan dan menyalurkan bantuan darurat ke wilayah terdampak.

Sep 29, 2026 - 20:03
Sep 29, 2026 - 20:03
 0
Banjir Bandang Himalaya Hantam Nepal dan Tibet, 160 Lebih Tewas dan Ratusan Hilang
Banjir Bandang Himalaya Hantam Nepal dan Tibet, 160 Lebih Tewas dan Ratusan Hilang

Bencana banjir bandang besar melanda kawasan lembah di perbatasan Nepal dan Tibet, wilayah otonom China. Arus air bah bervolume besar yang turun cepat dari Pegunungan Himalaya menyapu permukiman warga hingga rata. Sedikitnya 160 lebih orang dilaporkan tewas dan hampir 400 orang masih dinyatakan hilang akibat peristiwa ini.

Kepolisian Nepal menyatakan pihak berwenang telah mengevakuasi 157 jenazah. Petugas saat ini tengah berupaya memindahkan keluarga-keluarga yang berada di daerah rawan banjir ke lokasi yang lebih aman. Jenazah korban ditemukan di sejumlah daerah, meliputi Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Chitwan, Gorkha, Tanahun, dan Nawalparasi East.

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyampaikan pernyataan langsung terkait bencana tersebut. Dalam pesan yang diunggah di media sosial, ia mengakui beratnya rasa kehilangan yang dialami korban, namun menegaskan bahwa negara hadir mendampingi rakyat dengan segala sarana dan sumber daya yang tersedia. Ia juga meminta warga bersabar dan menegaskan pemerintah bertanggung jawab penuh atas upaya penyelamatan, perawatan, serta penyediaan makanan dan tempat tinggal. Di saat bencana seperti ini, ia mengajak semua pihak untuk bersatu.

Di sisi China, otoritas setempat melaporkan setidaknya tiga orang tewas dan 265 orang masih hilang. Laporan tersebut disampaikan oleh penyiar televisi negara Tiongkok, CCTV. Arus banjir tidak hanya menghanyutkan desa-desa, tetapi juga merusak jembatan dan menghancurkan infrastruktur kelistrikan di kedua sisi perbatasan Nepal-China.

Kondisi di lapangan digambarkan sangat memprihatinkan. Tula Bahadur BK, seorang petugas kesehatan di distrik Rasuwa, mengatakan kepada Reuters bahwa kehancuran terlihat di mana-mana. Menurutnya, permukiman di tepi sungai telah tersapu bersih sepenuhnya, dan lima kerabatnya sendiri turut hilang. Pada saat yang sama, pihak berwenang China melaporkan tanah longsor telah menyebabkan banyak korban jiwa di sisi lain perbatasan, yakni di wilayah Tibet.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mengeluarkan pernyataan agar bantuan segera digerakkan menyusul banjir bandang yang memporak-porandakan sejumlah desa di lembah Nepal dan China. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyatakan Sekretaris Jenderal merasa prihatin atas banjir parah yang merenggut banyak nyawa, menyebabkan orang hilang, serta mengakibatkan kerusakan luas.

Menurut pihak berwenang Nepal, sekitar 10.000 rumah tangga membutuhkan bantuan segera. Badan kemanusiaan PBB, OCHA, melaporkan bahwa pemukiman, pasar, jalan, jembatan, dan infrastruktur pembangkit listrik tenaga air tersapu atau rusak. Akses jalan terputus dan pasokan listrik terganggu di wilayah terdampak.

Komunitas kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat dan tetap bersiaga untuk memberikan dukungan tambahan seiring semakin jelasnya kebutuhan di lapangan. Dujarric menambahkan bahwa pihaknya juga mendukung upaya penilaian cepat terhadap skala bencana. Kantor PBB di China, lanjutnya, melaporkan kerusakan serta banyaknya korban dan kehancuran di wilayah otonom Tibet, dan PBB siap membantu upaya yang dipimpin pemerintah Tiongkok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0