Atap Sekolah di Peshawar Runtuh, 32 Siswa dan Seorang Guru Tewas, Pemilik Ditahan

Atap sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, runtuh pada Kamis (15/10) dan menewaskan 32 siswa berusia 4-14 tahun serta seorang guru perempuan. Sebanyak 20 siswa lainnya dilarikan ke rumah sakit. Pihak berwenang menduga insiden terjadi akibat infrastruktur yang rusak parah dan pemilik sekolah telah ditahan untuk penyelidikan.

Oct 16, 2026 - 20:02
Updated: 11 hours ago
0 0
Atap Sekolah di Peshawar Runtuh, 32 Siswa dan Seorang Guru Tewas, Pemilik Ditahan
Atap Sekolah di Peshawar Runtuh, 32 Siswa dan Seorang Guru Tewas, Pemilik Ditahan

Tragedi menimpa dunia pendidikan Pakistan. Atap sebuah sekolah di Kota Peshawar runtuh pada Kamis (15/10), menewaskan 32 siswa yang sebagian besar berusia di bawah 14 tahun serta seorang guru perempuan. Insiden ini juga menyebabkan 20 siswa lainnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Warga bersama tim penyelamat bahu-membahu mengevakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Seorang warga bernama Sohail mengisahkan suasana panik yang langsung menyebar begitu kabar bangunan runtuh terdengar. Keponakannya yang berhasil menyelamatkan diri lebih dulu memberi tahu keluarga mengenai kejadian tersebut.

"Saat tiba di lokasi, saya melihat sekitar 10 hingga 15 anak terjebak di bawah reruntuhan, dengan puing-puing menumpuk hingga setinggi leher mereka. Kami segera menarik mereka keluar," ujar Sohail kepada AFP.

Pihak Rumah Sakit Lady Reading di Peshawar, Asim Khan, menyatakan jumlah korban tewas mencapai 33 orang hingga Kamis malam. Korban terdiri dari 32 siswa berusia sekitar empat hingga 14 tahun dan seorang guru perempuan. Sebagian besar siswa yang sempat dibawa ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang, namun tiga anak yang mengalami cedera kepala masih harus menjalani perawatan intensif.

Juru bicara layanan penyelamatan darurat Rescue 1122 di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Bilal Ahmad Faizi, menjelaskan bahwa atap bangunan yang runtuh menimpa bagian atap lainnya. Akibatnya, ruang kelas di bawahnya hancur dan menjebak sejumlah siswa di dalamnya. "Ketika tim tanggap darurat Rescue 1122 tiba di lokasi, mereka mendapati satu atap telah runtuh menimpa atap lainnya, yang menyebabkan ruang kelas di bawahnya hancur dan menjebak anak-anak di dalamnya," kata Faizi.

Foto-foto yang dirilis layanan darurat memperlihatkan petugas penyelamat mengenakan rompi keselamatan saat menyingkirkan puing-puing, reruntuhan, dan tanah untuk mencari korban. Seorang pejabat senior di Peshawar mengungkapkan laporan awal menunjukkan atap sekolah ambruk akibat kondisi infrastruktur yang lemah. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan. "Pemilik sekolah telah ditahan," ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat identitasnya dirahasiakan.

Tragedi ini memicu duka mendalam di seluruh Pakistan. Jenazah para korban yang dibungkus kain putih dibawa keluar dari rumah sakit, sementara sejumlah sukarelawan datang untuk membantu proses identifikasi. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui unggahan di platform X. "Rasa duka dan kesedihan yang mendalam atas hilangnya nyawa-nyawa berharga. Hati saya tertuju pada keluarga yang ditinggalkan oleh anak-anak serta guru yang kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini," tulis Sharif. Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, juga menyebut insiden tersebut sebagai tragedi yang memilukan.

Sementara itu, warga Peshawar, Sher Ahmed, menduga penggunaan material konstruksi yang tidak memenuhi standar turut menyebabkan bangunan sekolah runtuh. Ia mendesak pemerintah menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh dan menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab. "Dengan duka dan kesedihan yang mendalam, saya mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti bertanggung jawab, agar tragedi serupa dapat dicegah di masa depan," ujarnya.

Runtuhnya bangunan menjadi persoalan yang berulang di Pakistan. Buruknya standar keselamatan dan penggunaan material konstruksi yang tidak memenuhi ketentuan kerap dikaitkan dengan berbagai insiden serupa di negara Asia Selatan yang berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa tersebut. Pada Juni, belasan anak dilaporkan tewas setelah atap sebuah tempat bimbingan belajar runtuh di Lahore, Pakistan timur. Sementara itu, pada 2025, sebanyak 27 orang tewas dan 10 lainnya terluka ketika sebuah bangunan berlantai lima ambruk di kawasan Lyari, Karachi, Pakistan selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User