Angka Kecelakaan RI Capai 158.508 Kasus, Geotab Andalkan AI untuk Tekan Risiko Armada
Geotab menyoroti peran connected fleet intelligence berbasis AI dan data untuk menekan risiko kecelakaan armada di Indonesia, merespons 158.508 kasus kecelakaan sepanjang 2025 dengan 24.296 korban jiwa. Solusi ini menggabungkan data kendaraan, perilaku pengemudi, dan video AI. Aerotrans dan TRAVL menjadi contoh penerapan yang berhasil menekan risiko kecelakaan hingga 61 persen.
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk perusahaan teknologi global Geotab. Sepanjang 2025, data keselamatan jalan nasional mencatat 158.508 kasus kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 24.296 orang. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut faktor manusia seperti kelelahan, kelalaian, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan sebagai penyebab dominan. Kondisi ini menegaskan bahwa keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar, terutama bagi perusahaan yang mengoperasikan armada kendaraan setiap hari.
Menjawab tantangan tersebut, Geotab mengintegrasikan data kendaraan, lokasi, perilaku pengemudi, diagnostik, dan konteks video ke dalam satu ekosistem terpadu. Pendekatan ini memungkinkan operator armada memperoleh visibilitas lebih dini untuk mendeteksi potensi risiko sebelum berkembang menjadi insiden, sekaligus mendukung pengambilan keputusan operasional yang lebih tepat.
Alvin Santoso, Business Development Manager Geotab Indonesia, menjelaskan bahwa GPS hanya memberikan posisi kendaraan, sedangkan tahap berikutnya adalah memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan, bagaimana kendaraan dikemudikan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan. "Di Indonesia, dengan kondisi jalan, karakteristik operasional armada, dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam, nilai dari connected intelligence terletak pada kemampuannya mengubah volume data yang sangat besar menjadi informasi yang benar-benar dapat ditindaklanjuti," ujarnya dalam diskusi media bertajuk "Smarter Fleets, Safer Roads: The Connected Intelligence Dialogue" di Jakarta pada Kamis (8/10).
Ekosistem terhubung Geotab mencakup MyGeotab, platform pengelolaan armada yang mengintegrasikan informasi kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem. Perangkat telematika GO9 merekam data kendaraan dan perilaku berkendara seperti lokasi GPS, peristiwa berbasis g force, serta informasi kondisi mesin dan baterai. Sementara GO Focus Plus menambahkan konteks video berbasis AI dan peringatan di dalam kabin untuk risiko seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara terlalu dekat. Solusi ini didukung skala operasional global Geotab yang memproses lebih dari 100 miliar titik data setiap hari dari sekitar 6 juta kendaraan dan aset terhubung.
Dibangun di atas Google Cloud, Geotab memanfaatkan kecerdasan data dan AI untuk mentransformasi pengelolaan armada dari pendekatan reaktif menjadi proaktif. Salah satu contohnya adalah Geotab Ace, asisten AI yang terintegrasi dalam MyGeotab dan didukung Gemini. Melalui Geotab Ace, tim pengelola armada dapat mengajukan pertanyaan dengan bahasa sehari-hari terkait keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, dan utilisasi armada, lalu mendapatkan insight cepat tanpa query kompleks atau penelusuran laporan manual. Solusi Geotab juga tersedia melalui Google Cloud Marketplace untuk menyederhanakan proses pengadaan bagi pelanggan enterprise.
Di Indonesia, sejumlah perusahaan telah menerapkan pendekatan ini. Aerotrans, penyedia transportasi darat Garuda Indonesia Group, mengandalkan teknologi Geotab pada lebih dari 250 kendaraan untuk mendukung mobilitas awak pesawat dan tim logistik. Sejak mengadopsi teknologi Geotab pada 2024, Aerotrans berhasil meraih skor keselamatan armada hingga 89 persen, melampaui rata-rata regional. Penerapan ini juga memangkas potensi kecelakaan per kilometer hingga 61 persen, menekan aksi rem mendadak sebesar 57 persen, serta mengurangi durasi idling sebesar 22 persen demi efisiensi bahan bakar.
"Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan," ujar Direktur Aerotrans, Kadek Bayu Temaja.
Selain Aerotrans, PT Maya Gapura Intan (MGI) melalui layanan shuttle antarkota TRAVL juga memanfaatkan teknologi Geotab dan platform MyGeotab, yang kemudian ditingkatkan lewat uji coba GO Focus Plus pada Agustus 2026. TRAVL mengoperasikan sekitar 40 kendaraan dengan 100 jadwal keberangkatan harian di rute Jakarta, Tangerang, dan Bandung, serta memprioritaskan keselamatan sebagai keunggulan layanan. Tim operasional TRAVL kini dapat meninjau data dan rekaman video relevan terkait kejadian tertentu di perjalanan maupun saat evaluasi operasional.
"Kenyamanan sangat erat kaitannya dengan bagaimana kendaraan dikemudikan. Penumpang kami seharusnya tidak perlu merasa bahwa pengemudi terburu-buru atau berkendara terlalu agresif. Teknologi membantu kami meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang sekaligus memberikan informasi yang lebih baik untuk mendukung percakapan kami dengan para pengemudi," ujar Head of Business Unit TRAVL, Syukron Fadillah Alkautsar.
Pengalaman Aerotrans dan TRAVL menunjukkan bahwa connected fleet intelligence dapat mendukung kebutuhan mobilitas yang berbeda. Semakin terhubungnya sistem operasional armada di Indonesia diyakini membuka peluang besar bagi pengelola untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan aman sebelum risiko berubah menjadi insiden.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)