Alat Peringatan Dini Banjir di Padang Hilang, Aki dan Panel Surya Diduga Dicuri
Alat peringatan dini banjir atau Early Warning System (EWS) di Kota Padang dilaporkan kehilangan komponen penting. Dua laporan dugaan pencurian mencakup satu unit aki deep cycle 12V 100Ah, tiga panel surya 100 WP, dan satu lampu rotary LED dengan total kerugian diperkirakan Rp10,8 juta. Polresta Padang menyatakan dua tim klewang tengah mengejar pelaku.
Kota Padang, Sumatera Barat, tengah menyoroti hilangnya sejumlah komponen alat pendeteksi banjir atau Early Warning System (EWS). Perangkat tersebut memiliki peran vital dalam memberikan peringatan dini kepada warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir. Hilangnya peralatan ini pun memicu kekhawatiran akan terganggunya sistem peringatan dini saat debit air meningkat secara tiba-tiba.
Berdasarkan surat tanda terima pengaduan Polresta Padang tertanggal Jumat (9/10), dilaporkan dugaan pencurian satu unit aki deep cycle berkapasitas 12V 100Ah dan tiga unit panel surya berkapasitas 100 WP. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10) sekitar pukul 09.00 WIB di Jembatan Rimbo Lasuang, kawasan Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kerugian akibat hilangnya aki dan panel surya diperkirakan mencapai Rp9,3 juta.
Selain itu, dalam dokumen pengaduan yang sama juga tercatat dugaan pencurian satu unit lampu rotary LED. Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (24/9) sekitar pukul 10.19 WIB di Jalan Lubuk Sarik Beringin, RT 003 RW 002, Kelurahan Lubuk Sarik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Kerugian dari hilangnya lampu rotary LED itu ditaksir mencapai Rp1,5 juta.
Dengan demikian, total kerugian materi dari kedua laporan dugaan pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp10,8 juta. Kedua kejadian berlangsung pada waktu dan lokasi berbeda, tetapi sama-sama masuk dalam pengaduan yang diterima Polresta Padang.
Kasubnit Opsnal Satreskrim Polresta Padang, Ipda Ryan Fermana, pada Sabtu (10/10) membenarkan adanya dua laporan pengaduan tersebut. Menurutnya, pelapor menyadari kejadian itu bukan secara langsung, melainkan karena sinyal pada alat tersebut tidak lagi mengirimkan data. Setelah dilakukan pengecekan, diduga komponen alat itu telah dicuri orang.
"Kami atensi, dua tim klewang sudah mendapat laporan ini, mudah-mudahan kami berhasil mengungkap dan menangkap pelaku," jelas Ryan.
Hilangnya peralatan yang berpotensi mendukung sistem peringatan dini banjir ini menjadi perhatian bersama. Di wilayah yang menghadapi risiko banjir, keberadaan perangkat pemantauan dan sarana penyampaian peringatan dapat memberi masyarakat waktu untuk menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang penting.
Namun, belum dapat dipastikan dari dokumen pengaduan yang tersedia apakah hilangnya aki, panel surya, dan lampu rotary LED tersebut secara langsung menyebabkan sistem EWS di lokasi terkait tidak berfungsi. Dampak terhadap operasional alat maupun jumlah warga yang berpotensi terdampak masih memerlukan keterangan dari instansi pengelola.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perangkat yang dipasang untuk menunjang keselamatan masyarakat harus dijaga bersama. Apabila terbukti digunakan untuk kepentingan peringatan dini bencana, kehilangan komponen pendukungnya bukan sekadar persoalan kerugian materi, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)