24 Wilayah Malaysia Dilanda Udara Tidak Sehat, Pasir Gudang Paling Parah dengan API 196

Sebanyak 24 wilayah di Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat pada Sabtu (17/10) pagi, dengan Pasir Gudang dan Johor mencatat Indeks Pencemaran Udara tertinggi 196. Wilayah Johor lain, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Melaka, dan Sabah juga terdampak. Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani karhutla.

Oct 17, 2026 - 12:03
Updated: 22 hours ago
0
24 Wilayah Malaysia Dilanda Udara Tidak Sehat, Pasir Gudang Paling Parah dengan API 196
24 Wilayah Malaysia Dilanda Udara Tidak Sehat, Pasir Gudang Paling Parah dengan API 196

Kualitas udara di Malaysia memburuk pada Sabtu (17/10) pagi. Tercatat 24 wilayah di negara itu berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan data Sistem Manajemen Indeks Pencemar Udara (APIMS) milik Departemen Lingkungan Hidup (DOE) hingga pukul 09.30 waktu setempat.

Pasir Gudang dan Johor mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) tertinggi, yakni 196. Sebanyak tujuh wilayah lain di Johor juga masuk kategori tidak sehat, meliputi Larkin (177), Pengerang (174), Kota Tinggi (172), Batu Pahat (170), Tangkak (168), Segamat (161), dan Kluang (159).

Di Negeri Sembilan, Nilai mencatat API 173, disusul Seremban (172) dan Port Dickson (157). Sementara di Selangor, Klang berada di angka 171, Johan Setia 170, Petaling Jaya dan Shah Alam masing-masing 169, serta Banting 153.

Wilayah Kuala Lumpur juga terdampak. Cheras mencatat 162 dan Batu Muda 159, sedangkan Putrajaya mencatat angka yang sama dengan Cheras, yakni 162. Tiga wilayah di Melaka turut masuk kategori tidak sehat, yaitu Kota Melaka (169), Bukit Rambai (166), dan Alor Gajah (165). Di Sabah, Sandakan tercatat 156 dan Tawau 150.

Selain 24 wilayah tidak sehat, sebanyak 43 wilayah mencatat kualitas udara sedang dan satu wilayah mencatat kualitas udara baik.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan pihaknya siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan yang meluas. Ia juga menyambut baik keterbukaan Indonesia dalam menerima bantuan asing untuk penanggulangan kebakaran tersebut.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo karena bersikap terbuka untuk menerima bantuan asing guna menangani kebakaran hutan," kata Ahmad Zahid.

"Meskipun bantuan yang kami tawarkan tidak seberapa, Malaysia siap mengirimkan bantuan untuk mendukung negara tetangga kita," imbuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User