13 Tahun Setelah Terima Raket dari Taufik, Jonatan Christie Kini Duduki Peringkat 1 Dunia

Jonatan Christie resmi menempati peringkat satu dunia tunggal putra, mengakhiri penantian panjang Indonesia sejak era Taufik Hidayat. Pencapaian ini datang 13 tahun setelah ia menerima raket simbolis dari Taufik di Istora Gelora Bung Karno pada 16 Juni 2013, ketika usianya belum genap 16 tahun.

Sep 29, 2026 - 16:02
Sep 29, 2026 - 16:02
 0
13 Tahun Setelah Terima Raket dari Taufik, Jonatan Christie Kini Duduki Peringkat 1 Dunia
13 Tahun Setelah Terima Raket dari Taufik, Jonatan Christie Kini Duduki Peringkat 1 Dunia

Jonatan Christie menorehkan sejarah baru bagi bulu tangkis Indonesia. Pebulutangkis tunggal putra itu resmi menduduki peringkat satu dunia pada pekan ini, sebuah pencapaian yang mengakhiri penantian panjang Tanah Air memiliki tunggal putra di puncak klasemen setelah era Taufik Hidayat.

Momen ini terasa istimewa karena terjadi 13 tahun setelah peristiwa simbolis di Istora Gelora Bung Karno, 16 Juni 2013. Saat itu, Jonatan yang belum genap 16 tahun berdiri di samping Taufik Hidayat yang tengah berpamitan kepada para suporter. Dalam rangkaian acara tersebut, Taufik menyerahkan sebuah raket kepada Jonatan sebagai simbol harapan agar tunggal muda Indonesia meneruskan tradisi dan kejayaan para senior.

Harapan itu tidak hanya dibebankan kepada Jonatan. Sejumlah nama muda lain seperti Anthony Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, dan Firman Abdul Kholik juga diharapkan mengangkat kembali prestasi tunggal putra Indonesia. Mereka masuk ke Pelatnas Cipayung ketika PBSI memutuskan melakukan potong generasi, sehingga minim bimbingan dari pemain senior berpengalaman.

Jonatan mengakui bahwa kehilangan sosok senior membuat proses latihan dan latih tanding menjadi lebih berat. Namun ia menunjukkan kengototan dan kerja keras untuk terus menanjak. Sorotan publik datang sejak usia belia seiring berkembangnya media sosial, sehingga namanya dikenal luas bahkan sebelum prestasinya mendunia. Harapan besar itu sekaligus menjadi tekanan yang tidak ringan.

Jalan karier Jonatan memang tidak selalu mulus. Ia sempat meraih SEA Games 2017, lalu mencapai titik penting dengan menyabet emas Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah. Kemenangan itu membuat namanya melampaui batas komunitas penggemar bulu tangkis. Setelahnya, ia tetap menghadapi pasang surut, namun berhasil mengoleksi gelar bergengsi seperti All England dan Kejuaraan Asia pada 2024.

Di level beregu, Jonatan turut membawa Indonesia juara Thomas Cup 2020 yang digelar pada 2021. Trofi tersebut kembali ke pangkuan Indonesia setelah terakhir kali diraih pada 2002. Meski demikian, dua target besarnya, yakni Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, belum membuahkan hasil. Di Kejuaraan Dunia, ia tiga kali tersingkir di perempat final, sementara di Olimpiade ia menuai hasil mengecewakan dalam dua kesempatan.

Kendati demikian, Jonatan tetap konsisten bermukim di 10 besar dunia. Pada pekan ini, kerja kerasnya berbuah manis dengan naik ke posisi nomor satu dunia. Sejak Taufik Hidayat menduduki peringkat teratas, belum ada pebulutangkis Indonesia yang mampu mengikuti jejaknya, hingga akhirnya Jonatan memutus puasa panjang tersebut.

Dengan usia yang mendekati 29 tahun, Jonatan masih memiliki waktu dan ruang untuk menuntaskan rasa penasaran meraih medali di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Pencapaian peringkat satu dunia menjadi bukti bahwa perjuangan lebih dari satu dekade yang ia jalani tidak sia-sia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0