Wanita di Pondok Pinang Lapor Polisi Usai Diduga Dikeroyok saat Protes Petasan Maulid
Seorang wanita berinisial LK (26) melaporkan dugaan pengeroyokan ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait perselisihan soal petasan dan kembang api di Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Korban mengaku didorong, dijambak, dan dipukul. Polisi telah melakukan visum dan masih menelusuri identitas pelaku setelah dua kali mediasi gagal mencapai titik temu.
Seorang perempuan berinisial LK (26) mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya. Laporan itu buntut dari perselisihan antara warga dan penyelenggara kegiatan keagamaan di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang dipicu penggunaan petasan dan kembang api.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, LK datang pada 5 Oktober dan melaporkan perbuatan yang dialaminya berupa dugaan pengeroyokan dan penganiayaan. Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/4008/X/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA.
Joko menjelaskan, sebelum laporan dibuat, persoalan antara warga dan penyelenggara kegiatan sudah dua kali dimediasi. Namun, kedua upaya tersebut belum menemukan titik temu. Perselisihan muncul karena warga merasa terganggu dengan kembang api yang dinyalakan saat acara Maulid Nabi di Jalan Keramat 2, Pondok Pinang.
Berdasarkan pengakuan korban, LK mengalami didorong, dijambak, dan dipukul. Polisi pun telah melakukan visum terhadap korban. Hasil pemeriksaan medis itu akan menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan. Rekaman yang diterima polisi juga menunjukkan adanya aksi saling dorong saat kejadian berlangsung.
Joko menegaskan, warga tidak mempermasalahkan kegiatan keagamaannya. Yang menjadi keluhan adalah dampak penggunaan kembang api yang dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB dan mengganggu waktu istirahat warga sekitar. Kejadian itu berawal dari keluarga yang menggelar pengajian sekaligus haul almarhum keluarga mereka, bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi pada Sabtu (3/10) malam.
Hingga kini, polisi baru menerima satu laporan polisi terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Identitas pihak yang diduga melakukan kekerasan masih ditelusuri. Joko menyatakan, siapa dan berbuat apa akan ditelusuri melalui penyelidikan.
Polisi juga masih melengkapi administrasi penyelidikan sebelum memanggil pihak-pihak yang diperlukan. Dari laporan yang dibuat, penyidik menerima sejumlah barang bukti awal, yakni rekaman kejadian dan surat pengantar visum. Terlapor dalam kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)