Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Pengamat Soroti Dua PR Besar Timnas Indonesia
Pengamat sepak bola nasional Supriyono menilai Timnas Indonesia masih menyisakan dua pekerjaan rumah usai menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, yakni aspek transisi dan set piece. Ia menyoroti vitalnya peran Thom Haye dan Joey Pelupessy di lini tengah serta mengusulkan Rivaldo Pakpahan sebagai pelapis Pelupessy menjelang Piala Asia 2027.
Timnas Indonesia berhasil menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan gelar juara. Meski demikian, pengamat sepak bola nasional Supriyono menilai masih ada dua pekerjaan rumah yang belum tuntas dan perlu segera dibenahi sebelum menghadapi turnamen berikutnya.
Menurut Supriyono, aspek transisi menjadi PR pertama yang belum selesai. Ia merujuk pada kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam di Piala AFF 2026 yang menurutnya terjadi akibat masalah transisi. Persoalan itu dinilainya masih perlu diperbaiki hingga kini.
PR kedua adalah set piece yang dinilai belum terlalu klinis. Supriyono mengakui ada gol yang lahir dari tendangan Dean James saat melawan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Namun secara keseluruhan, ia menilai eksekusi bola mati Indonesia masih harus dimaksimalkan, terutama karena di Piala Asia 2027 nanti akan menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand.
Terkait transisi, Supriyono menyoroti vitalnya peran Thom Haye dan Joey Pelupessy di lini tengah. Menurutnya, pendekatan permainan terbuka yang diterapkan pelatih John Herdman membuat sektor tengah rentan dieksploitasi lawan. Ia menilai ketika dua holding midfielder ditempatkan, Indonesia belum bisa menjadi penyaring karena pada saat yang sama para fullback terlalu tinggi dalam melakukan serangan.
Supriyono pun mengusulkan adanya pelapis untuk Joey Pelupessy sebagai gelandang jangkar. Ia menilai dalam skuad Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak ada pemain dengan karakter serupa Pelupessy di bangku cadangan. Menurutnya, posisi tersebut membutuhkan pelapis dengan karakter dan kualitas yang menjanjikan.
Nama gelandang bertahan Borneo FC, Rivaldo Pakpahan, menjadi salah satu sosok yang diusulkan Supriyono. Ia beralasan konsep turnamen menuntut adanya pelapis karena kondisi ke depan tidak bisa diprediksi, termasuk kemungkinan pemain terkena kartu kuning. Karena itu, Rivaldo Pakpahan dinilainya bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)