Trump Sepakati Pasokan Diesel Rusia ke AS, Zelensky Sebut Keputusan Lemah dan Tidak Pantas

Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memasok lebih dari 300 ribu ton diesel ke pasar AS dan global, disusul tambahan 500 ribu ton pada November dan 1 juta ton berikutnya. Kebijakan ini menuai kecaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menilai keputusan tersebut tidak jujur, tidak pantas, dan lemah.

Oct 10, 2026 - 08:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Trump Sepakati Pasokan Diesel Rusia ke AS, Zelensky Sebut Keputusan Lemah dan Tidak Pantas
Trump Sepakati Pasokan Diesel Rusia ke AS, Zelensky Sebut Keputusan Lemah dan Tidak Pantas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengirim pasokan bahan bakar diesel ke pasar AS dan global. Kesepakatan ini langsung memicu reaksi keras dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Zelensky menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang tidak jujur, tidak pantas, dan lemah. Pernyataan itu disampaikannya pada Jumat (9/10), bertepatan dengan jadwal pertemuan diplomatik antara utusan AS, Ukraina, dan Eropa di Miami yang membahas upaya mengakhiri perang.

"Hal ini tentu tidak jujur, tentu tidak pantas dilakukan oleh mitra kami, dan menurut pandangan saya, ini merupakan keputusan yang lemah," ujar Zelensky, dikutip dari AFP.

Menurut pengumuman Trump melalui media sosial Truth Social, Rusia akan segera menyalurkan lebih dari 300 ribu ton bahan bakar diesel ke pasar Amerika dan global. Pengiriman itu akan disusul tambahan 500 ribu ton pada November dan 1 juta ton pada tahap berikutnya.

Untuk memperlancar kesepakatan, Departemen Keuangan AS menerbitkan izin sementara yang memperbolehkan aliran diesel Rusia ke pasar global hingga April 2027. Kebijakan ini menangguhkan sebagian sanksi yang berlaku sejak 2022.

Pengecualian sanksi sementara terhadap ekspor energi Rusia itu menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memulihkan aliran pendapatan Moskow yang selama ini digunakan untuk mendanai invasi ke Ukraina.

Trump berdalih kesepakatan ini merupakan upayanya meredam lonjakan biaya energi di tengah perang dengan Iran. Ia meyakini pasokan tambahan tersebut akan langsung menurunkan harga bahan bakar bagi warga AS, khususnya petani, peternak, dan pengemudi truk logistik.

"Harga yang lebih rendah bagi warga Amerika, terutama para petani, peternak, dan pengemudi truk hebat kita, merupakan prioritas terbesar saya," tulis Trump.

Rusia yang melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022 kini menduduki sekitar seperlima wilayah Ukraina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User