TKDN Pertamina Tembus 71,14 Persen, Belanja Produk Dalam Negeri Capai Rp531,5 Triliun
PT Pertamina (Persero) mencatat capaian TKDN 71,14 persen sepanjang 2025. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebut realisasi belanja produk dalam negeri Pertamina mencapai Rp531,5 triliun, termasuk Rp14,2 triliun untuk UMKM. Capaian ini diapresiasi sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat rantai pasok dan industri nasional.
PT Pertamina (Persero) menorehkan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 71,14 persen sepanjang 2025. Angka ini menjadi salah satu bukti nyata upaya perusahaan energi pelat merah tersebut dalam menggenjot penggunaan produk dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.
Realisasi TKDN itu diperoleh dari hasil verifikasi terhadap pekerjaan maupun kontrak yang dijalankan di holding dan seluruh subholding Pertamina selama 2025. Untuk mencapai angka tersebut, Pertamina menjalankan sejumlah strategi peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), mulai dari penyusunan regulasi dan roadmap peningkatan TKDN, substitusi produk impor dengan produk lokal, pengelolaan sertifikasi TKDN, verifikasi pengadaan barang dan jasa, hingga digitalisasi sistem perencanaan, monitoring, dan verifikasi implementasi TKDN di seluruh Pertamina Group.
Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, lembaga pemerintah, asosiasi industri, hingga seluruh subholding Pertamina, guna mempercepat implementasi P3DN. Langkah ini merupakan kelanjutan komitmen Pertamina dalam memperbesar belanja produk dalam negeri. Pada 2024, nilai penggunaan produk lokal di seluruh lini usaha Pertamina mencapai Rp415,4 triliun, meningkat dibandingkan Rp374 triliun pada 2023.
Capaian tersebut mendapat apresiasi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam acara P3DN Summit 2026 Lintas Kementerian di Jakarta, Rabu (22/7), Agus menyatakan Pertamina Group telah menjadikan P3DN sebagai bagian penting dalam strategi pengadaan barang dan jasa perusahaan. Menurutnya, pada 2025 realisasi belanja Produk Dalam Negeri Pertamina mencapai sekitar Rp531,5 triliun. Sekitar Rp309,6 triliun di antaranya dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur, operasional, dan pemeliharaan yang menyerap berbagai produk manufaktur nasional. Pertamina juga merealisasikan pengadaan barang dan jasa kepada UMKM melalui platform digital dengan nilai mencapai Rp14,2 triliun.
Besarnya belanja itu dinilai Agus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan utilisasi industri nasional, memperkuat rantai pasok domestik, serta memperluas penyerapan tenaga kerja. "Pemerintah mengapresiasi komitmen Pertamina yang telah menempatkan penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan. Komitmen seperti ini perlu terus diperkuat oleh seluruh BUMN maupun BUMD agar manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin besar bagi industri nasional," kata Agus.
Menurut Agus, P3DN merupakan instrumen strategis untuk memperkuat daya saing industri manufaktur nasional sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Optimalisasi belanja pemerintah, BUMN, dan BUMD terhadap produk dalam negeri diyakini mampu meningkatkan utilisasi industri, memperkuat rantai pasok domestik, memperluas investasi, serta menciptakan lapangan kerja. "P3DN bukan sekadar kebijakan pengadaan barang dan jasa, tetapi merupakan strategi besar untuk memperkuat struktur industri nasional. Setiap belanja terhadap produk dalam negeri akan memberikan efek berganda yang menggerakkan sektor industri, meningkatkan permintaan bahan baku lokal, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto, turut mengapresiasi capaian TKDN Pertamina. Menurut Toto, industri migas, khususnya Pertamina, memiliki posisi strategis sebagai penggerak permintaan sehingga dapat mendorong tumbuhnya industri manufaktur dalam negeri. "Jadi industri migas, terutama Pertamina, bisa menjadi motor penggeraknya," kata Toto saat dihubungi.
Sementara itu, Anggota Komisi XII Ramson Siagian menilai capaian TKDN Pertamina ini baik di tengah banyaknya peralatan canggih dalam industri migas. Menurutnya, angka TKDN 71,14 persen sangat signifikan untuk tetap menjaga produktivitas dan efisiensi. "TKDN 71,14 % cukup signifikan dengan tetap terjaganya produktivitas dan efisiensi. Dari sisi kualitas dan spesifikasi dan lifetime yang lama," kata Ramson.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, juga menilai kebijakan P3DN menjadi instrumen penting untuk memperkuat industri nasional. "Kebijakan ini telah membawa dampak yang sangat positif bagi perekonomian negara, menggerakkan sektor industri, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan tenaga kerja dan ekonomi rakyat, serta multiplier effect dari pertumbuhan industri tersebut," kata Baron. Ia menegaskan Pertamina berkomitmen terus meningkatkan belanja produk dalam negeri dan berharap semakin banyak industri kecil dan menengah yang dapat mendukung operasional perusahaan, mulai dari sektor hulu, pengolahan, hingga pemasaran dan niaga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0