Ten Hag Buka Suara soal Budaya MU: Klub Disebut Membiarkan Pemain Melanggar Disiplin

Mantan pelatih Manchester United Erik ten Hag mengungkap budaya klub yang dinilainya toxic. Dalam wawancara dengan The Athletic, ia menuding manajemen MU membiarkan pemain melanggar disiplin dan justru memberi mereka kekuasaan. Ten Hag yang dipecat Oktober 2025 itu mencontohkan kasus Marcus Rashford yang dicoret karena terlambat rapat tim.

Oct 20, 2026 - 12:03
Updated: 21 hours ago
0
Ten Hag Buka Suara soal Budaya MU: Klub Disebut Membiarkan Pemain Melanggar Disiplin
Ten Hag Buka Suara soal Budaya MU: Klub Disebut Membiarkan Pemain Melanggar Disiplin

Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi internal klub yang pernah ia tangani. Dalam wawancara bersama The Athletic yang dikutip Daily Mail, pelatih asal Belanda itu menilai budaya di lingkungan The Red Devils sudah tidak sehat dan cenderung toxic.

Menurut Ten Hag, pihak manajemen MU tidak berbuat banyak terhadap persoalan tersebut. Ia merasa tidak mendapat dukungan untuk menegakkan disiplin selama menjabat sebagai pelatih. Padahal, Ten Hag dikenal sebagai sosok yang tegas di ruang ganti.

Ten Hag menegaskan bahwa klub justru melanggengkan budaya toxic itu. Lebih dari itu, menurutnya manajemen memberikan kekuasaan berlebih kepada para pemain sehingga aturan sulit ditegakkan.

"Jadi, mereka terus melanggengkan budaya yang toxic; mereka justru menyuburkannya dan memberikan kekuasaan kepada para pemain," ujar Ten Hag dalam wawancara tersebut.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah kasus Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris itu sempat dicoret dari tim inti saat MU menghadapi Wolverhampton Wanderers di Premier League. Penyebabnya, Rashford bangun kesiangan dan terlambat menghadiri rapat tim.

Meski begitu, Ten Hag tetap mengakui kualitas Rashford. Ia menyebut pemain itu luar biasa asalkan memiliki pola pikir yang tepat. Ten Hag juga mengklaim selalu menunjukkan kepercayaan dan sering memainkan Rashford.

"Rashford adalah pemain yang luar biasa, asalkan pola pikirnya tepat. Saya selalu menunjukkan kepadanya dan sering memainkannya. Namun, ketika standar tertentu tidak terpenuhi, terkadang Anda harus melakukan koreksi," kata Ten Hag.

Selama menangani MU, Ten Hag tercatat terlibat konflik dengan sejumlah pemain, mulai dari Cristiano Ronaldo, Marcus Rashford, hingga Jadon Sancho. Ia melatih MU sejak 2022 sebelum akhirnya dipecat pada Oktober 2025.

Meski masa kepelatihannya berakhir dengan pemecatan, Ten Hag meninggalkan sejumlah prestasi. Ia berhasil mempersembahkan dua gelar juara, yakni Piala Liga Inggris 2022/2024 dan Piala FA 2023/2024.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User