Taiwan Protes Latihan Militer RI-China, Kemlu: Kami Belum Terima Notanya
Kementerian Luar Negeri RI menegaskan belum menerima nota protes dari Taiwan terkait latihan militer bersama Indonesia-China di timur Taiwan. Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang menyebut latihan itu adalah passing exercise yang lazim dan sejalan dengan politik bebas aktif. Taiwan menilai latihan tersebut sebagai provokasi militer.
Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menegaskan bahwa pihaknya belum menerima nota protes resmi dari Taiwan terkait latihan militer gabungan yang dilakukan Indonesia dan China di perairan timur Taiwan pada pertengahan Agustus ini. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, Kamis (13/8).
Ketika ditanya apakah ada pemberitahuan atau protes dari Taiwan, Yvonne menjawab singkat, "Tidak ada." Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya justru mengetahui keberatan Taiwan terhadap latihan militer tersebut dari pemberitaan media.
Yvonne menjelaskan bahwa latihan yang melibatkan KRI Gusti Ngurah Rai-332 dengan Angkatan Laut sejumlah negara di Asia Pasifik merupakan praktik yang lazim dilakukan antar angkatan laut saat sebuah kapal melintasi suatu kawasan. "Ini adalah latihan bersama secara terbatas atau passing exercise dengan Angkatan Laut sejumlah negara yang dilintasi," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa passing exercise bukanlah latihan tempur. "Bagi Indonesia, interaksi semacam ini adalah bagian dari diplomasi maritim," kata Yvonne. Ia juga menekankan bahwa laut tidak hanya menjadi penghubung antarnegara, tetapi juga ruang untuk membangun kerja sama dan saling percaya.
Menurut Yvonne, kegiatan passing exercise tersebut sejalan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif Indonesia. "Dan passing exercise ini sejalan dengan polugri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara-negara mitra," ungkapnya.
Yvonne juga menyadari bahwa latihan militer ini menjadi sorotan karena lokasi pelaksanaannya. Namun, ia kembali menegaskan bahwa kehadiran KRI Gusti Ngurah Rai merupakan bagian dari rute pelayaran kembali ke Indonesia dan melakukan interaksi terbatas dengan Angkatan Laut negara-negara yang dilewati.
Komentar tersebut muncul setelah militer Taiwan mengecam China yang menggelar latihan militer dengan Indonesia di perairan timur pulau itu. Taipei menilai tindakan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan, sebagaimana dikutip dari Taiwan News. Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council/MAC) Taiwan bahkan menuding latihan itu sebagai "provokasi militer" yang harus dihentikan karena melanggar status quo.
Sebelumnya, pada 11 Agustus, militer China mengumumkan bahwa angkatan laut mereka melakukan latihan navigasi dengan fregat AL Indonesia. Latihan ini mencakup komunikasi dan pengisian bahan bakar di laut. Beijing mengklaim latihan tersebut bertujuan meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang maritim.
Sementara itu, halaman Facebook yang fokus pada militer ADIZ Taiwan melaporkan bahwa kapal Indonesia yang diidentifikasi sebagai KRI Gusti Ngurah Rai-332 berangkat dari Yokosuka Jepang pada 9 Agustus dan memasuki perairan timur dan tenggara Taiwan pada 11 Agustus. Kapal kemudian menuju ke selatan dan dipantau ketat oleh militer China. Namun, ADIZ Taiwan menduga pergerakan kapal perang Indonesia tersebut merupakan transit rutin dan berbeda dengan gambaran yang diberikan China.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0