Status WNI di Kapal MV Tihamah Masih Hilang, Kemlu Bantah Kabar Tewas

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa seorang WNI tewas dalam serangan di Selat Bab Al Mandab. Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa status WNI tersebut masih hilang dan pencarian terus dilakukan. Dari 11 ABK, delapan di antaranya warga Pakistan dan tiga WNI, dengan dua WNI mengalami luka-luka.

Aug 16, 2026 - 02:23
Aug 16, 2026 - 02:23
 0
Status WNI di Kapal MV Tihamah Masih Hilang, Kemlu Bantah Kabar Tewas
Status WNI di Kapal MV Tihamah Masih Hilang, Kemlu Bantah Kabar Tewas

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia angkat bicara terkait kabar yang menyebut seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandab. Pihak Kemlu memastikan bahwa kabar tersebut belum benar, karena status WNI yang dimaksud masih dinyatakan hilang.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan klarifikasi ini dalam konferensi pers di gedung Palapa, Kemlu, Jakarta, pada Kamis (13/9). Ia menjelaskan bahwa satu anak buah kapal (ABK) lainnya masih belum ditemukan. "Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait," ujar Heni.

Heni menambahkan bahwa informasi ini diperkuat melalui note verbale dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang diterima pagi harinya. "Hal ini dikonfirmasi melalui note verbale dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang kita terima pagi ini," katanya.

Sebelumnya, sejumlah media asing melaporkan bahwa tiga awak kapal, termasuk satu WNI, tewas akibat serangan yang terjadi pada awal pekan ini. Kapal MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK yang terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Dari jumlah tersebut, dua WNI dilaporkan mengalami luka-luka.

Namun, Heni memastikan bahwa dua ABK lainnya dalam keadaan selamat. "Dua ABK dipastikan selamat setelah salah satu dilakukan pengobatan semuanya dalam keadaan selamat dan stabil," jelasnya.

Kemlu berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi para ABK, termasuk mempersiapkan fasilitasi kepulangan ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.

Selat Bab Al Mandab merupakan pintu masuk menuju Laut Merah yang terletak di sisi lain Semenanjung Arab, berseberangan dengan Selat Hormuz. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran, sementara Houthi juga kerap terlibat konflik dengan Arab Saudi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0