Singapura Murka Dikepung Asap Karhutla Indonesia, Perusahaan Pemicu Kini Diburu

PM Singapura Lawrence Wong menyatakan kabut asap yang melanda negaranya berasal dari karhutla di Indonesia yang diperparah musim kemarau panjang. Singapura tengah mengusut perusahaan yang diduga menjadi pemicu kebakaran di lahan konsesi dan siap menjatuhkan sanksi lewat Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas, sembari menawarkan bantuan pemadaman ke Indonesia.

Oct 15, 2026 - 16:02
Updated: 15 hours ago
0 0
Singapura Murka Dikepung Asap Karhutla Indonesia, Perusahaan Pemicu Kini Diburu
Singapura Murka Dikepung Asap Karhutla Indonesia, Perusahaan Pemicu Kini Diburu

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong angkat bicara soal kabut asap yang kembali menyelimuti negaranya. Ia memastikan asap pekat tersebut bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang kondisinya diperburuk oleh musim kemarau panjang.

Wong mengungkapkan bahwa otoritas Singapura kini tengah menelusuri perusahaan-perusahaan yang diduga menjadi pemicu kebakaran di lahan konsesi mereka. Pemerintah Singapura, tegasnya, tidak akan segan menerapkan sanksi hukum melalui Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas atau Transboundary Haze Pollution Act (THPA).

"Jika terbukti dan diperlukan, kami akan mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Polusi Kabut Asap Lintas Batas Singapura, serta mengeksplorasi tindakan bersama dengan negara-negara lain," ujar Wong melalui akun Instagram resminya @lawrencewongst.

Sebagai bentuk penanganan dampak pencemaran udara, Wong menyebut Pemerintah Singapura telah resmi menawarkan bantuan teknis dan pemadaman kepada Indonesia. Singapura juga terus menjalin koordinasi intensif dengan negara-negara anggota ASEAN untuk mengatasi persoalan ini.

"Kabut asap ini berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia, yang diperparah oleh periode kemarau panjang. Kami telah menawarkan bantuan kepada Indonesia, dan akan terus bekerja sama secara erat dengan mereka serta mitra ASEAN untuk mengatasi masalah ini," kata Wong.

Di dalam negeri, Singapura menjalankan langkah mitigasi darurat demi melindungi warganya dari paparan udara tidak sehat. Penyaluran masker standar N95 diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan.

Selain itu, posko perlindungan ber-AC disiagakan di Community Club serta pusat-pusat komunitas warga, termasuk Residents' Network dan Residents' Committee, di sejumlah wilayah Singapura.

Wong mengakui bahwa faktor alam dan kondisi di luar perbatasan negara berada di luar kendali langsung pemerintahannya. Meski demikian, ia menegaskan keselamatan dan kesehatan warga Singapura tetap menjadi prioritas utama.

"Kita tidak bisa mengendalikan cuaca atau angin, dan kita juga tidak bisa secara langsung mengendalikan apa yang terjadi di luar perbatasan kita. Namun, kami akan melakukan segala upaya untuk melindungi warga Singapura, sembari bekerja sama dengan negara tetangga untuk mengatasi penyebab mendasar dari kabut asap ini," tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User