Singapura Kembali Tuding Tiga Perusahaan RI Terlibat Karhutla, Sekjen PBB Soroti Asap
Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) kembali menuding tiga perusahaan Indonesia, PT BMJ, PT MH, dan PT BPP, terlibat karhutla yang asapnya berpotensi mencapai Singapura. Isu ini mencuat saat kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres ke RI. Sementara itu, Nusantara Atlas mencatat karhutla Indonesia seluas 1,9 juta hektare, setara 12 kali luas London.
Singapura kembali menyoroti keterlibatan perusahaan Indonesia dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang asapnya berpotensi melintasi batas negara. National Environment Agency (NEA) Singapura pada Senin (19/10) menyatakan tiga perusahaan asal Indonesia diduga bertanggung jawab atas karhutla di sejumlah wilayah RI. Ketiga perusahaan tersebut berinisial PT BMJ, PT MH, dan PT BPP.
Dalam pernyataannya, NEA menyebut ada indikasi bahwa ketiga perusahaan terlibat dalam karhutla yang asapnya berpotensi mencapai Negeri Singa. Tudingan ini merupakan yang terbaru setelah sebelumnya Singapura juga merilis nama perusahaan lain yang diduga terlibat.
Isu karhutla Indonesia menjadi perhatian internasional, terlebih saat kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ke Indonesia. Kunjungan Guterres ke RI masih menjadi sorotan berita internasional pada Senin (19/10), termasuk masalah asap karhutla yang membayangi agenda kunjungannya.
Sementara itu, lembaga pemantau deforestasi Nusantara Atlas melaporkan bahwa karhutla di Indonesia telah menghanguskan hampir 1,9 juta hektare wilayah sepanjang Januari hingga akhir September tahun ini. Berdasarkan analisis citra satelit, luas tersebut hampir 12 kali luas Kota London, Inggris.
Pendiri Nusantara Atlas, David Gaveau, mengatakan angka tersebut merupakan estimasi konservatif. Menurutnya, luas lahan yang terbakar sebenarnya diperkirakan lebih besar karena kabut asap tebal menghambat pemantauan melalui satelit.
Selain isu karhutla, berita internasional lainnya yang mencuat adalah pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang kesal karena Israel dicap sebagai penjajah di tanah Palestina. Netanyahu membalas kecaman Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama yang menyebut Israel telah merampas hak-hak bangsa lain di Palestina.
Netanyahu menegaskan bahwa Israel bukan penjajah seperti Belanda di Indonesia. Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap kebijakan Israel terhadap Palestina.
Dengan kembali mencuatnya isu karhutla, tekanan terhadap Indonesia untuk menindak perusahaan yang terlibat semakin besar. Singapura berharap ada tindakan tegas dari pemerintah Indonesia untuk mengatasi kebakaran yang asapnya merugikan negara tetangga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)