Shin Tae Yong Buka Suara soal Isu Pemotongan Poin Persija, Singgung Aturan FIFA
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae Yong menanggapi isu sanksi pengurangan poin yang mencuat buntut kerusuhan suporter. Ia menegaskan regulasi FIFA tidak mengenal hukuman pemotongan poin untuk pelanggaran disiplin suporter, melainkan hanya untuk kasus pengaturan skor. Shin juga memperingatkan pendukung agar menahan diri karena aksi anarkis berisiko memicu sanksi laga tanpa penonton yang merugikan klub dan fans.
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong, akhirnya angkat bicara soal isu sanksi pengurangan poin yang dikabarkan mengancam Macan Kemayoran. Isu tersebut mencuat setelah terjadinya penyerangan bus EPA Persib U-18 dan kerusuhan suporter saat laga tandang melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium pada akhir pekan lalu.
Menanggapi rumor tersebut, Shin Tae Yong menegaskan bahwa regulasi FIFA tidak mengenal hukuman pemotongan poin untuk pelanggaran disiplin yang dilakukan suporter. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, sanksi berat semacam itu biasanya hanya dijatuhkan pada kasus pengaturan skor atau manipulasi pertandingan.
"Sebenarnya mengenai pengurangan poin, regulasi FIFA biasanya menerapkan hal tersebut untuk kasus seperti manipulasi pertandingan atau pengaturan skor," ujar Shin Tae Yong dalam sesi jumpa pers jelang menghadapi Arema FC di Persija Training Ground, Selasa (20/10).
Ia menambahkan, sepengetahuannya tidak ada aturan yang menjatuhkan sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter. Persoalan tersebut, kata dia, semestinya ditangani dan ditindak secara tegas oleh pihak kepolisian atau pihak berwajib.
Di sisi lain, juru taktik berusia 56 tahun itu memberikan peringatan keras kepada para pendukung Persija agar bisa menahan diri. Ia mengingatkan bahwa aksi anarkis justru berisiko merugikan klub dan fans itu sendiri jika PSSI menjatuhkan sanksi laga tanpa penonton.
"Melalui kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada para suporter. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dan antusiasme kalian di stadion. Namun, jika sampai memicu masalah dan akhirnya PSSI terpaksa menggelar pertandingan tanpa penonton, suporter yang mencintai sepak bola itu sendiri yang akan rugi," kata Shin.
Ia pun meminta para penggemar yang bersemangat dapat menahan diri dan memberikan dukungan positif kepada para pemain agar bisa tampil lebih baik. Dukungan yang kondusif dinilai lebih bermanfaat bagi tim ketimbang aksi yang berujung pada sanksi.
Sementara itu, laga Persija Jakarta vs Arema FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (21/10). Pertandingan krusial ini menjadi momen penting bagi skuad Macan Kemayoran untuk bangkit setelah kekalahan dari Persita Tangerang pekan lalu.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)