Perwira AS Jadi Sasaran Amuk Awak Kapal Induk USS Lincoln, 7 Personel Tewas
Tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam perkelahian di kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden dipicu oleh keresahan awak terkait pengerahan berkepanjangan. Perwira Brad Cooper yang datang untuk menenangkan justru dicemooh dan dilempari botol, memicu bentrok berdarah. Simak profil Brad Cooper dan perannya di CENTCOM.
Jakarta, CNN Indonesia -- Tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas dalam sebuah perkelahian di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. Insiden berdarah ini dipicu oleh keresahan para tentara dan kru terkait nasib mereka selama pengerahan yang berkepanjangan.
Menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim, bentrokan meletus setelah seorang penasihat kepala Komando Pusat (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke kapal untuk menanggapi keluhan awak. Kedatangannya merupakan respons atas protes dari keluarga awak kapal yang mengeluhkan lamanya penugasan USS Abraham Lincoln.
Alih-alih meredakan situasi, Cooper justru menjadi sasaran kemarahan awak. Saat berbicara di hadapan para personel, ia dicemooh dan dilempari botol. Suasana yang semakin memanas akhirnya berubah menjadi perkelahian antar-awak yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya. Akibatnya, tujuh personel tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Suasana di atas kapal setelah kejadian dilaporkan tegang dan tidak kondusif.
Siapa sebenarnya Brad Cooper? Laksamana Brad Cooper adalah putra seorang perwira Angkatan Darat yang berkarier. Ia lulus dari Akademi Angkatan Laut AS dan meraih gelar master dalam bidang Intelijen Strategis dari Universitas Intelijen Nasional. Cooper juga mempelajari hubungan internasional di Universitas Harvard dan Tufts, serta merupakan lulusan Sekolah Komando dan Staf Umum Angkatan Darat AS.
Dikutip dari situs CENTCOM, Cooper adalah perwira perang Angkatan Laut yang berkarir. Ia telah bertugas di berbagai kapal dalam setiap operasi komando tempur dan menjalani tugas di darat di Afghanistan. Tugas komandonya meliputi posisi di Bahrain sebagai komandan Komando Angkatan Laut Pusat AS, Armada Kelima, dan Pasukan Maritim Gabungan; komandan Pasukan Permukaan Angkatan Laut Atlantik; komandan Gugus Serangan Ekspedisi 7 di Okinawa, Jepang; serta komandan Pasukan Angkatan Laut Korea AS di Busan, Korea Selatan. Komando kapalnya mencakup USS Russell (DDG 59) dan USS Gettysburg (CG 64).
Di darat, Cooper baru-baru ini menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Pusat AS. Tugas kepemimpinan lainnya termasuk Kepala Urusan Legislatif Angkatan Laut dan Direktur Penugasan Perwira Perang Permukaan (Pers-41). Ia juga pernah menduduki berbagai posisi eksekutif dan asisten militer di Gedung Putih, Kantor Menteri Pertahanan, Komando Afrika AS, dan markas besar Armada Pasifik AS.
Cooper juga merupakan penerima Penghargaan Laksamana Elmo Zumwalt untuk Kepemimpinan Visioner. "Ia sangat bangga dengan ribuan pria dan wanita luar biasa yang telah bersamanya bertugas di laut dan di darat di seluruh dunia. Para pelautnya yang luar biasa di USS Gettysburg meraih Piala Battenberg sebagai kapal, kapal selam, atau kapal induk terbaik di Armada Atlantik Angkatan Laut," tulis laman CENTCOM.
Nama Cooper juga disebut sebagai sosok penting yang memegang kendali atas eksekusi operasi selama perang Iran. Dalam struktur militer AS, CENTCOM merupakan satu dari 11 combatant command yang dibentuk berdasarkan pembagian wilayah geografis dan fungsi tertentu. Khusus CENTCOM, komando ini bertanggung jawab atas kawasan yang mencakup Timur Tengah, termasuk Iran, serta sebagian Asia Barat dan Asia Selatan. Peran utamanya adalah menjalankan dan mengawasi operasi militer AS di wilayah tersebut. Karena itu, posisi Cooper menjadi sangat strategis, berada di garis komando utama dalam pelaksanaan berbagai operasi militer AS di salah satu kawasan paling rawan konflik di dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)