Peneliti Temukan Kanker Menular pada Ikan Lele di Perairan AS-Kanada

Tim peneliti internasional menemukan melanoma menular pada lele cokelat di Danau Memphremagog, perbatasan AS-Kanada. Ini kasus pertama kanker menular pada ikan dan di ekosistem air tawar. Studi di jurnal Nature menunjukkan sel tumor memiliki identitas genetik sendiri, berbeda dari inangnya. Cara penularan belum diketahui, tetapi diduga melalui kontak fisik saat reproduksi. Peneliti menegaskan tidak ada ancaman penularan ke manusia.

Aug 6, 2026 - 03:51
Aug 6, 2026 - 03:51
 0
Peneliti Temukan Kanker Menular pada Ikan Lele di Perairan AS-Kanada
Peneliti Temukan Kanker Menular pada Ikan Lele di Perairan AS-Kanada

Sebuah tim peneliti internasional melaporkan penemuan kasus kanker menular pertama pada ikan, tepatnya melanoma yang menyerang lele cokelat (Ameiurus nebulosus) di Danau Memphremagog, perairan yang membentang di Vermont, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada. Temuan ini juga menjadi kasus pertama kanker menular yang terdokumentasi di ekosistem air tawar.

Hasil penelitian yang berjudul "Brown bullhead catfish melanoma represents a novel transmissible cancer" ini dipublikasikan di jurnal Nature pada 22 Juli lalu. Kasus ini pertama kali terdeteksi pada 2012 ketika nelayan dan ahli biologi menemukan banyak lele dengan lesi hitam di danau tersebut. Penelitian sebelumnya mengonfirmasi bahwa bercak hitam itu merupakan melanoma ganas, dengan prevalensi mencapai 23 hingga 37 persen pada ikan yang diperiksa, angka yang dinilai sangat tinggi untuk spesies tersebut.

Julie Dragon, peneliti dari University of Vermont dan salah satu penulis utama studi, mengungkapkan keterkejutannya atas tingginya angka kejadian kanker tersebut. Ia menyatakan bahwa temuan ini tidak lazim karena ikan yang hidup di dasar perairan biasanya tidak terpapar sinar matahari berlebihan, yang kerap dikaitkan dengan melanoma. Awalnya, peneliti menduga tumor dipicu oleh zat beracun atau patogen akibat pencemaran, termasuk kemungkinan dampak banjir Badai Tropis Irene pada 2011 yang membawa polutan ke danau.

Namun, analisis genetik menunjukkan pola yang berbeda. Tumor pada lele memiliki identitas genetik sendiri yang tidak sama dengan jaringan sehat inangnya. Dengan mengurutkan genom lengkap jaringan tumor dan jaringan sehat dari ikan yang terdampak, serta membandingkannya dengan lele dari populasi lain, peneliti menemukan bahwa sel tumor dari berbagai ikan lebih dekat kekerabatannya satu sama lain dibandingkan dengan ikan tempat tumor tersebut tumbuh. Ratusan ribu varian genetik muncul berulang kali pada tumor, tetapi tidak ditemukan pada jaringan sehat ikan yang sama, menunjukkan bahwa tumor berasal dari satu sel kanker awal yang menyebar antarindividu.

Sebagai pembanding, analisis terhadap ratusan melanoma pada manusia menunjukkan bahwa hampir semua mutasi bersifat unik pada setiap pasien. Sebaliknya, sebagian besar mutasi pada tumor lele ditemukan pada banyak individu, yang menjadi ciri khas kanker klonal yang menular. Peneliti juga menguji kemungkinan peran virus atau mikroorganisme lain sebagai pemicu, tetapi tidak menemukan bukti yang mendukung. Meskipun belum dapat sepenuhnya menyingkirkan peran patogen, bukti yang ada menunjukkan bahwa agen penularnya adalah sel kanker itu sendiri.

Cara penularan kanker ini belum diketahui secara pasti. Salah satu hipotesis adalah penularan terjadi saat lele berkumpul dalam ruang sempit dan melakukan kontak fisik selama masa reproduksi. Sel tumor juga mungkin dapat bertahan sementara di air atau sedimen, lalu masuk ke tubuh ikan lain melalui kulit, insang, atau mulut. Mark Henderson, ahli biologi dan penulis studi, menyatakan bahwa fenomena ini tampaknya hanya terjadi pada ikan berukuran besar yang telah memasuki usia pemijahan, dan mungkin ada bagian dari perilaku pemijahan yang menyebabkan penyebaran kanker.

Peneliti juga menemukan kadar arsenik yang tinggi pada sel tumor, dan sebaran geografis kasus ini berkorelasi dengan wilayah yang memiliki konsentrasi arsenik alami tinggi. Namun, mereka menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak membuktikan arsenik sebagai penyebab kanker. Kanker menular sangat jarang ditemukan di alam; pada manusia, kanker tidak menular dalam kehidupan sehari-hari. Pada hewan, fenomena serupa pernah ditemukan pada anjing, setan Tasmania, dan sejumlah spesies moluska. Para peneliti berharap temuan ini dapat membantu memahami bagaimana sel kanker bertahan dan menyebar di luar inang asalnya, serta apa yang biasanya menahan kanker tetap terbatas dan apa yang terjadi ketika batas tersebut rusak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0