Pemimpin Yahudi Haredi Israel Blak-blakan: Lebih Baik Orang Arab yang Perintah di Sini
Dov Lando, pemimpin Komunitas Yahudi Haredi Ltihuania, dalam rekaman yang diperoleh Channel 12 menyatakan wilayahnya akan lebih baik jika dipimpin orang Arab. Ia mengkritik Zionisme sebagai pemicu kebencian Arab terhadap Yahudi dan menilai pemuda Haredi tak perlu merasa bersalah atas perang yang diciptakan Netanyahu.
Pemimpin Komunitas Yahudi Haredi Ltihuania, Rabbi Dov Lando, membuat pernyataan mengejutkan terkait kepemimpinan di wilayah Israel. Dalam sebuah rekaman yang diperoleh media Israel Channel 12 pada Senin (5/12), Lando terang-terangan menyebut bahwa wilayahnya akan lebih baik jika diperintah oleh orang Arab.
Pernyataan itu disampaikan Lando saat berdiskusi dengan para rabbi mengenai kewajiban militer bagi warga Yahudi Haredi. Menurutnya, situasi akan jauh lebih damai jika sejak awal tidak ada negara Israel dan pemerintahan di bawah PBB yang berdiri di wilayah tersebut.
"Saya tak tahu apa yang akan terjadi jika sejak awal tak ada negara. Jika pemerintahan di bawah PBB sudah didirikan di sini, situasinya akan sangat baik," ujar Lando, seperti dikutip Middle East Monitor. "Mungkin saja kita bisa hidup damai dengan orang Arab tanpa negara dan akan lebih baik jika orang Arab memerintah di sini," tambahnya.
Lando juga menyoroti akar permusuhan antara Zionisme dan dunia Arab. Menurutnya, paham Zionisme-lah yang membuat orang Arab membenci Yahudi dan Israel. Ia bahkan menilai kebencian tersebut belum pernah mencapai tingkat sebesar sekarang dalam sejarah.
"Belum pernah dalam sejarah orang Arab membenci [kita] sebesar ini," kata Lando.
Pandangan tersebut muncul di tengah situasi keamanan Israel yang memanas. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kerap menggaungkan perang di tujuh front, terutama saat agresi di Jalur Gaza dan konflik dengan Iran. Akibatnya, banyak tentara Israel tewas dan pasukan cadangan dikerahkan ke medan perang.
Kondisi ini memicu rasa bersalah di kalangan pemuda Haredi. Mereka merasa tidak nyaman karena banyak warga Israel tewas sementara mereka tetap fokus pada studi agama. Namun, Lando menegaskan bahwa situasi perang dan pengerahan tentara cadangan bukanlah kesalahan komunitas Haredi.
Ia mengisyaratkan bahwa para pemuda Haredi tidak perlu merasa bersalah atas situasi yang diciptakan Netanyahu. Lando bahkan menyatakan bahwa para pejuang yang tewas akibat ajaran rabi yang keliru dan tindakan yang dilakukan bukan untuk keselamatan, melainkan untuk kehormatan negara.
"Para perjuang terbunuh karena rabi mereka mengajarkan Taurat yang keliru. Mereka juga melakukan banyak tindakan bukan untuk keselamatan, tetapi untuk kehormatan negara," ujar Lando.
Komunitas Yahudi Haredi sendiri merupakan kelompok signifikan di Israel, dengan populasi sekitar 13 persen dari total 10 juta penduduk negara itu. Pernyataan Lando ini pun berpotensi memicu perdebatan baru di tengah dinamika politik dan keamanan Israel.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)