Pelat Nomor Palsu Bikin Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Penculikan Dua Bocah di Kalideres

Polisi masih memburu wanita pelaku penculikan dan perampasan barang berharga terhadap dua bocah perempuan di Kalideres, Jakarta Barat. Penyidik terkendala karena pelaku memakai pelat nomor palsu. Pelaku terakhir terlihat bergerak ke arah Tangerang Kota berdasarkan rekaman CCTV.

Oct 07, 2026 - 16:02
Updated: 2 days ago
0 0
Pelat Nomor Palsu Bikin Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Penculikan Dua Bocah di Kalideres
Pelat Nomor Palsu Bikin Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Penculikan Dua Bocah di Kalideres

Kepolisian masih berupaya menangkap seorang wanita yang diduga menculik dan merampas barang berharga milik dua anak perempuan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Namun, upaya tersebut menghadapi hambatan karena pelaku menggunakan pelat nomor kendaraan palsu.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah rekaman kamera pengawas atau CCTV, tetapi identifikasi pelaku tidak bisa dilakukan karena pelat motor yang digunakan palsu. "Kendala identifikasi pelaku. CCTV semua yang kami cek, enggak bisa, karena dia pakai pelat palsu," kata Rihold saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Tim penyidik bahkan telah mendatangi Samsat Tangerang untuk menelusuri identitas pelaku melalui nomor kendaraan yang terekam. "Sudah kami cek ke Samsat Tangerang," ujar Rihold. Meski begitu, penyisiran sejumlah rekaman CCTV di lokasi kejadian terus dilakukan untuk melacak keberadaan pelaku.

Dari penelusuran rekaman CCTV, pelaku yang diduga seorang wanita dewasa itu terlihat bergerak ke arah Tangerang Kota. "Dari CCTV yang kita ikuti beberapa kali ini, pelaku udah sampai ke arah, ke daerah Tangerang Kota," tutur Rihold. Selain CCTV, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Peristiwa penculikan dan perampasan ini menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Keduanya diculik saat berangkat les ke rumah tante mereka pada Rabu (30/9) sore dengan mengendarai sepeda masing-masing.

Ibu korban, Juli (45), menceritakan bahwa perjalanan yang biasanya hanya lima menit menjadi tidak biasa karena setelah setengah jam ditunggu, kedua anaknya belum juga tiba. Keluarga lalu mencari di sepanjang rute yang biasa dilalui dan menemukan sepeda kedua korban tergeletak di gang belakang rumah sang tante. Warga bersama RT, RW, dan Lembaga Musyawarah Desa setempat turut menyisir keberadaan korban.

Sekitar pukul 17.50 WIB, KI ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam kondisi syok, linglung, dan sempat menolak diberi minum oleh warga. Adapun CI baru ditemukan selepas waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.

CI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat. Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang perempuan dan mengendarai sepeda motor itu juga melucuti barang berharga milik kedua korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User