Pecat 9.900 PNS Akibat Ijazah Palsu, Gebrakan Presiden Tanzania Magufuli

Presiden Tanzania John Magufuli pernah memerintahkan pemecatan lebih dari 9.900 pegawai negeri sipil setelah verifikasi kredensial akademik mengungkap banyak ijazah palsu. Langkah ini bagian dari pemberantasan korupsi, setelah sebelumnya ditemukan 19.700 pekerja fiktif yang merugikan negara 238 miliar shilling per tahun.

Oct 10, 2026 - 16:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Pecat 9.900 PNS Akibat Ijazah Palsu, Gebrakan Presiden Tanzania Magufuli
Pecat 9.900 PNS Akibat Ijazah Palsu, Gebrakan Presiden Tanzania Magufuli

Presiden Tanzania periode 2015-2021, John Pombe Joseph Magufuli, pernah membuat langkah mengejutkan dengan memerintahkan pemecatan lebih dari 9.900 pegawai negeri sipil. Kebijakan itu diambil setelah pemerintah melakukan verifikasi kredensial akademik secara menyeluruh di seluruh negeri.

Hasil pemeriksaan tersebut mengungkap bahwa banyak pegawai negeri memiliki ijazah sekolah dan perguruan tinggi palsu. Mereka yang terkena dampak tidak hanya staf biasa, tetapi juga sejumlah pejabat senior, termasuk kepala badan antikorupsi pemerintah, kepala pajak, pejabat senior perkeretaapian, dan kepala otoritas pelabuhan.

Menurut Magufuli, tindakan ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang lebih luas. Selama bertahun-tahun, para pelaku bisnis mengeluhkan bahwa korupsi dan inefisiensi pemerintah menjadi hambatan utama untuk berinvestasi di Tanzania.

Penertiban terhadap pemegang gelar palsu ini menyusul pembersihan lain yang diluncurkan pada Maret 2015. Saat itu, pemerintah menemukan lebih dari 19.700 pekerja fiktif dalam daftar gaji sektor publik. Akibat praktik tersebut, negara Afrika Timur itu kehilangan 238 miliar shilling atau sekitar 82 juta poundsterling setiap tahunnya.

"Kami telah bekerja keras untuk menciptakan lapangan kerja baru sementara ada orang-orang di pemerintahan yang memiliki gelar palsu," kata Magufuli setelah menerima laporan tentang kecurangan akademik di lingkungan pegawai negeri, seperti dikutip dari The Guardian.

Tanzania diketahui menghabiskan lebih dari 200 juta poundsterling per bulan untuk membayar gaji pegawai negeri. Pemerintah menilai tagihan gaji PNS terlalu besar karena jumlahnya mencapai lebih dari 550.000 orang di tingkat nasional dan lokal. Karena itu, Magufuli memerintahkan para pejabat untuk mengungkap dan mempermalukan para pemegang kualifikasi akademik palsu dengan menerbitkan daftar nama mereka.

"Orang-orang ini menduduki posisi pemerintahan tetapi tidak memiliki kualifikasi. Mereka merampok kami seperti penjahat biasa lainnya," ujar Magufuli.

Audit tersebut juga menemukan bahwa catatan akademik lebih dari 1.500 pegawai negeri sipil digunakan oleh banyak orang, sementara lebih dari 11.500 pegawai pemerintah memiliki catatan akademik yang tidak lengkap.

John Pombe Joseph Magufuli adalah Presiden kelima Tanzania yang menjabat sejak 29 Oktober 2015 hingga meninggal dunia pada 17 Maret 2021. Sebelum menjadi presiden, ia terpilih sebagai Anggota Parlemen pada 1995 dan pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pekerjaan, Menteri Pekerjaan, Menteri Tanah dan Pemukiman, serta Menteri Peternakan dan Perikanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User