Netanyahu Desak Trump Serang Iran Sebelum Pemilu Israel dan Pemilu Sela AS
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden AS Donald Trump melanjutkan perang dengan Iran sebelum pemilu Israel 27 Oktober dan pemilihan sela AS 3 November. Netanyahu khawatir dengan langkah baru Iran soal program nuklir. Trump disebut menegaskan tak akan menyerang Iran sebelum pemilu, namun pasukan Israel dan komando AS tetap siaga tinggi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan gencar mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Desakan itu muncul menjelang dua agenda politik penting, yakni pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober dan pemilihan umum sela AS pada 3 November.
Laporan media Israel Channel 12 yang mengutip pejabat senior AS menyebut Netanyahu telah berulang kali menghubungi Trump. Dalam komunikasi itu, Netanyahu menanyakan peluang operasi skala besar ke Iran yang menyasar situs militer dan fasilitas nuklir negara tersebut.
"Bibi sudah bicara berkali-kali ke presiden dan presiden bilang ke dia, 'Ya, Anda tahu apa, Bibi lanjutkan dan bersiap'," ujar pejabat senior AS yang mengetahui masalah itu, seperti dikutip Middle East Eye, Selasa (23/10). Pejabat tersebut juga menirukan pernyataan Trump, "Bisa sekarang, bisa nanti, atau tidak sama sekali."
Dorongan Netanyahu ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap langkah baru Iran terkait program nuklir mereka. Channel 12 melaporkan Trump sebenarnya sudah menegaskan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu. Meski demikian, pasukan Israel dan pasukan komando AS saat ini berada dalam status siaga tinggi jika sewaktu-waktu politikus Partai Republik itu berubah pikiran.
Seorang pejabat Israel menyebut Netanyahu telah menyampaikan ide Trump kepada kepala pertahanan dan menanyakan apakah Israel bisa bergabung. Namun, Kantor Perdana Menteri Israel enggan berkomentar banyak. "Perdana Menteri tak membahas masalah itu," ujar mereka.
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari konflik yang memanas sejak AS dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari lalu. Operasi tersebut mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat top pertahanan Iran tewas.
Iran tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan meluncurkan serangan dan menutup Selat Hormuz. Hingga kini, Iran dan AS terus saling serang terutama di selat tersebut, meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata serta nota kesepahaman untuk mengakhiri perang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)