Modus Cerita Sedih dan Janji Sertifikat Rumah, Warga Duri Kepa Tertipu hingga Rp89 Juta

Seorang wanita berinisial H diduga menipu warga RW 10, Duri Kepa, Jakarta Barat, dengan modus meminjam uang sambil menjual cerita sedih. Korban mengalami kerugian hingga Rp89 juta, dan pelaku kini diamankan polisi.

Oct 07, 2026 - 04:02
Updated: 2 days ago
0 0
Modus Cerita Sedih dan Janji Sertifikat Rumah, Warga Duri Kepa Tertipu hingga Rp89 Juta
Modus Cerita Sedih dan Janji Sertifikat Rumah, Warga Duri Kepa Tertipu hingga Rp89 Juta

Sejumlah warga di kawasan RW 10, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh seorang wanita berinisial H. Pelaku yang merupakan pendatang dan mengontrak di kawasan tersebut disebut mendekati warga dengan cerita sedih soal ekonomi dan masalah pribadi untuk mendapatkan pinjaman.

Ketua RW 10, Nurman, mengungkapkan bahwa aksi tersebut mulai berlangsung sejak Juli 2026. Nilai pinjaman yang diminta berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta. "Dia selalu cerita sedih, usahanya bangkrut, dia ketipu," ujar Nurman saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Kepada para korban, H menjanjikan uang akan dikembalikan dalam dua hingga tiga hari. Namun, janji itu tak pernah ditepati. Sebaliknya, H justru kembali meminjam uang kepada orang lain dengan alasan berbeda, sehingga utangnya terus menumpuk. "Pinjam uang dengan warga, bilangnya dua atau tiga hari dibalikin tapi ternyata enggak pernah balik, malah dia minjam-minjam lagi," kata Nurman.

Nurman sendiri mengaku istrinya menjadi salah satu korban. Awalnya ia membantu karena merasa kasihan, terlebih H mengaku membutuhkan uang untuk usaha sembako dan keperluan keluarga. "Awalnya ya emang saya bantu karena kasihan kan, tapi dia (pelaku) malah meminta uang sebesar Rp2 juta kepada istri saya, nah dari situ saya mulai curiga bahwa dia enggak benar," tuturnya.

Setelah ditelusuri, alasan yang disampaikan H kepada istrinya tidak sesuai kenyataan. Nurman pun menelusuri transaksi yang telah diberikan istrinya kepada H dan menemukan uang kebutuhan keluarga malah diberikan kepada pelaku. Total kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp89 juta dan telah dilaporkan ke polisi. "Awalnya saya pikir angkanya cuma Rp27 juta. Saat mediasi sudah Rp57 juta. Ketika saya ke kantor polisi, ternyata bertambah lagi. Dalam laporan saya, totalnya sekitar Rp89 juta," jelasnya.

Setelah membuat laporan, Nurman mengetahui ada korban lain dengan kerugian beragam. Salah satunya disebut mengalami kerugian sekitar Rp200 juta, sementara korban lain kehilangan uang dalam jumlah lebih kecil. Selain warga, H juga diduga meminjam uang kepada sejumlah pekerja atau pedagang di sekitar lingkungan tersebut.

Menurut Nurman, pola yang digunakan pelaku adalah membangun kepercayaan terlebih dahulu, lalu meminta bantuan ketika korban sudah merasa iba. "Pola yang digunakan adalah membangun kepercayaan terlebih dahulu, kemudian meminta bantuan ketika korban sudah merasa iba terhadap kondisi yang diceritakannya. Jadi orientasinya istri saya memang ingin menolong. Tetapi kemudian rasa kasihan itu dimanfaatkan," katanya.

Nurman juga mengungkapkan bahwa H sempat menggunakan alasan akan menjual rumah dan memberikan sertifikat sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman. Namun, keterangan mengenai penggunaan uang dan barang jaminan tersebut kemudian diketahui tidak sesuai. "Banyak banget alasannya, mulai dari minjam uang untuk buka warung sembako, bantuin keluarganya, bahkan mau menjamin sertifikat rumah. Tapi aslinya itu enggak ada sama sekali," ungkapnya.

Hingga kini, H disebut telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum di Polres Metro Jakarta Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User