Makam Terendam Banjir Berulang, DLH Padang Bangun Drainase Keliling TPU Tunggul Hitam

DLH Kota Padang membenahi TPU Tunggul Hitam yang kerap terendam banjir dengan membangun drainase keliling, pagar pembatas, dan pompa banjir. Proyek ini ditargetkan mengurangi genangan yang biasanya berlangsung hingga seminggu menjadi hanya beberapa jam setelah hujan.

Aug 15, 2026 - 13:51
Aug 15, 2026 - 13:51
 0
Makam Terendam Banjir Berulang, DLH Padang Bangun Drainase Keliling TPU Tunggul Hitam
Makam Terendam Banjir Berulang, DLH Padang Bangun Drainase Keliling TPU Tunggul Hitam

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya mengambil langkah serius untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini merendam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam. Kawasan pemakaman tersebut kerap kali terendam air setiap kali hujan deras mengguyur, sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak berziarah maupun proses pemakaman.

Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh area TPU Tunggul Hitam terbenam air saat banjir terjadi. Oleh karena itu, pada tahun 2026 ini pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan drainase keliling di lokasi tersebut.

"Kondisi di TPU Tunggul Hitam itu di setiap hujan besar selalu kebanjiran. Artinya makam-makam di sebagian besar area TPU ini terbenam air pada saat banjir. Sehingga tahun ini kita lakukan pembangunan drainase keliling dengan harapan makam-makam ini dapat terbebas dari banjir," ujarnya kepada InfoSumbar, Jumat (14/8/2026).

Fadelan menjelaskan bahwa penyebab utama genangan adalah posisi TPU Tunggul Hitam yang dilalui oleh dua saluran drainase primer kawasan. Saat hujan deras, volume air Batang Kuranji meningkat signifikan sehingga saluran drainase tidak mampu menampung debit air yang melimpah.

"Dia sebenarnya saling berkaitan. Kita tahu bahwa kawasan TPU Tunggul Hitam itu dilalui oleh dua drainase primer kawasan. Nah, inilah salah satu penyebab pada saat hujan besar air Batang Kuranji naik sehingga saluran drainase primer tersebut tidak tertampung ke Batang Kuranji," jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan yang sudah berlangsung lama ini, DLH Kota Padang merealisasikan pembangunan drainase keliling, pagar pembatas, serta penyediaan pompa banjir. Fadelan menjelaskan bahwa pagar berfungsi untuk memblokir air dari drainase primer agar tidak masuk ke kawasan TPU, sementara pompa banjir akan digunakan untuk mengurangi durasi genangan.

"Di sinilah kita lakukan pembangunan pagar, salah satunya untuk memblok air dari drainase primer masuk ke kawasan TPU. Jika nanti pada saat hujan, kita akan pasang pompa banjir dengan tujuan mengurangi durasi genangan," katanya.

Ia menambahkan bahwa selama ini genangan bisa bertahan hingga lima hari sampai satu minggu. Dengan adanya drainase dan pompa tersebut, diharapkan genangan dapat surut hanya dalam beberapa jam setelah hujan berhenti.

Proyek peningkatan drainase tersier TPU Tunggul Hitam ini masuk dalam agenda prioritas pembangunan tahun 2026. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan selama 150 hari kalender dengan menggunakan Tahun Anggaran 2026. Kontraktor yang mengerjakan adalah CV. Yonetta Cahaya Kelbi, dengan konsultan pengawas CV. Putra Cipta Mandiri Consultant, dan konsultan perencana CV. Hiber Jaya Konsultan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0