Luthfi/Dian Cetak Sejarah, Ganda Campuran Indonesia Kembali Berjaya di Kejuaraan Dunia Junior

Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti menjadi pasangan ganda campuran Indonesia kelima yang menjuarai Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis. Mereka menang 2-1 atas Yi Lang Feng/Meng Han Li. Gelar ini mengulang tradisi Indonesia di sektor ganda campuran setelah terakhir diraih Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil pada 2018.

Oct 17, 2026 - 20:02
Updated: 9 hours ago
0
Luthfi/Dian Cetak Sejarah, Ganda Campuran Indonesia Kembali Berjaya di Kejuaraan Dunia Junior
Luthfi/Dian Cetak Sejarah, Ganda Campuran Indonesia Kembali Berjaya di Kejuaraan Dunia Junior

Muhammad Luthfi Habibi/Dian Ramadhani Mukti berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara dunia junior pada sektor ganda campuran. Kemenangan mereka atas pasangan Yi Lang Feng/Meng Han Li dengan skor 2-1 (17-15, 8-15, 16-14) menunjukkan kualitas taktik, mental, dan fisik yang mumpuni untuk bersaing dengan pasangan unggulan dari berbagai negara.

Keberhasilan ini menempatkan Luthfi/Dian sebagai pasangan ganda campuran Indonesia kelima yang meraih gelar juara dunia junior. Capaian tersebut sekaligus mengulang tradisi Indonesia di ajang individual Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis, khususnya pada sektor ganda campuran yang selama ini menjadi salah satu penyumbang gelar terbanyak.

Sejak Kejuaraan Dunia Junior pertama kali digelar pada 1992, Indonesia telah melahirkan lima pasangan juara di sektor ganda campuran. Pasangan pertama adalah Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja yang naik podium tertinggi pada 2011. Setahun kemudian, giliran Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti yang menyusul menjadi juara.

Setelah dominasi China pada periode 2013 hingga 2016, Indonesia kembali merebut gelar melalui Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari pada 2017. Berjarak satu tahun, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil melanjutkan tradisi tersebut pada 2018. Namun, setelah itu Indonesia harus menunggu delapan tahun sebelum akhirnya Luthfi/Dian membuktikan kemampuan mereka sebagai juara pada tahun ini.

Sektor ganda campuran memang tercatat sebagai penyumbang gelar paling sering untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior. Sebagai perbandingan, sektor tunggal putra baru sekali memboyong gelar, sementara tunggal putri dan ganda putra masing-masing memiliki dua gelar.

Meski telah menjadi juara dunia junior, tantangan baru tetap menanti Luthfi/Dian. Berdasarkan pengalaman empat pasangan juara sebelumnya, bukan tidak mungkin mereka akan dipecah untuk kepentingan pembinaan dan regenerasi. Apa pun keputusan nantinya, gelar ini menjadi modal berharga bagi masa depan bulutangkis Indonesia, khususnya di sektor ganda campuran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User