Kualitas Udara Singapura Memburuk Jelang F1, Carlos Sainz Ungkap Kekhawatiran

Kualitas udara Singapura masih tidak sehat pada Sabtu (10/10) dengan PSI mencapai 176 di wilayah tengah, sedikit menurun dari puncak 192 sehari sebelumnya. Kabut asap dari karhutla Sumatra dan Kalimantan ini bertepatan dengan F1 Singapore Grand Prix. Pebalap Williams, Carlos Sainz, menyoroti risiko kesehatan meski balapan tetap berlanjut.

Oct 10, 2026 - 04:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Kualitas Udara Singapura Memburuk Jelang F1, Carlos Sainz Ungkap Kekhawatiran
Kualitas Udara Singapura Memburuk Jelang F1, Carlos Sainz Ungkap Kekhawatiran

Kualitas udara di Singapura masih berada dalam kategori tidak sehat pada Sabtu (10/10) pagi, sehari setelah kabut asap pekat mencatatkan rekor tertinggi tahun ini. Data Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura menunjukkan indeks standar pencemar udara (PSI) 24 jam pada pukul 07.00 waktu setempat mencapai 176 di wilayah tengah, 162 di barat, 157 di timur, 141 di selatan, dan 125 di utara. Seluruh wilayah tercatat melampaui ambang batas aman 100.

Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan puncak tertinggi musim asap tahun ini pada Jumat (9/10) sore yang sempat menyentuh 192 di wilayah tengah. Meski demikian, kondisi udara tetap memprihatinkan.

Menurut laporan CNA, kabut asap terdeteksi berhembus dari titik panas kebakaran hutan dan lahan di Sumatra bagian selatan serta Kalimantan, yang terbawa angin hingga menutupi wilayah Singapura.

Menyikapi situasi ini, Tim Tugas Haze Singapura yang melibatkan 28 lembaga pemerintah telah disiagakan untuk meluncurkan prosedur darurat jika PSI melampaui angka 200. Langkah yang disiapkan meliputi pembagian masker N95, pembukaan posko perlindungan ber-AC, hingga penghentian aktivitas luar ruangan bagi anak-anak dan pekerja.

Buruknya kualitas udara ini bertepatan dengan rangkaian balapan F1 Singapore Grand Prix di Sirkuit Marina Bay, yang dijadwalkan menggelar balapan sprint perdana pada Sabtu (10/10). Situasi ini mendapat sorotan dari pebalap Formula 1 Carlos Sainz Jr.

Pebalap tim Williams itu mengaku memantau perkembangan kualitas udara di lokasi balapan dan menyuarakan kekhawatiran terkait potensi gangguan kesehatan. "Saya membaca beberapa informasi soal itu. Rasanya ini bukan tempat paling sehat untuk bernapas saat ini, mengingat tingginya tingkat polusi akibat kebakaran di Indonesia," ujar Sainz seperti dikutip Racing News 365 pada Jumat (9/10).

Sainz menyoroti dilema para pebalap yang tetap harus menjalani aktivitas olahraga berat di luar ruangan, meski otoritas setempat mengimbau warga membatasi kegiatan fisik di udara terbuka. Namun, ia menegaskan para pebalap akan tetap patuh pada panduan pihak berwenang dan penyelenggara.

"Pada kasus seperti ini, kami selalu berpatokan pada apa yang dikatakan otoritas. Lagi pula, ini olahraga yang unik. Saat membalap, kami sudah terbiasa menghirup sisa pembakaran bahan bakar dari mobil di depan sejak berusia 11 atau 12 tahun," ucapnya. "Jadi memang diperdebatkan apakah ini olahraga yang sehat atau tidak, tetapi kami menyukainya. Soal kabut asap ini tentu hal yang berbeda, tetapi kami harus tetap mengikuti keputusan resmi dari pihak berwenang," lanjut pebalap asal Spanyol yang menang GP Singapura 2023 tersebut.

Pihak F1 dan penyelenggara lokal memastikan terus memantau perkembangan situasi dan telah menyiapkan langkah antisipasi darurat. Hingga saat ini, kondisi di lintasan dinilai masih memungkinkan dan belum ada indikasi penundaan atau pembatalan sesi balapan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User