Keterserapan Lulusan UNAND Baru 70 Persen, Rektor Efa Yonnedi Susun Strategi Baru demi Daya Saing
Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengungkap keterserapan lulusan UNAND baru sekitar 70 persen. Dalam Rapat Kerja UNAND 2026 bertema Transformasi Mutu Pembelajaran dan Pengalaman Belajar Kelas Dunia, universitas menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pengembangan kurikulum, AI-based learning, penguatan riset dan inovasi, hingga hilirisasi hasil penelitian untuk meningkatkan daya saing lulusan.
Tingkat keterserapan lulusan Universitas Andalas (UNAND) di dunia kerja masih berada di kisaran 70 persen. Angka tersebut menjadi perhatian serius Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., yang menilai penguatan daya saing lulusan harus menjadi salah satu fokus strategis universitas dalam penyusunan program kerja 2027.
Hal itu disampaikan Efa dalam Rapat Kerja UNAND Tahun 2026 bertema Transformasi Mutu Pembelajaran dan Pengalaman Belajar Kelas Dunia. Kegiatan berlangsung pada 9-10 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna Pertamina Universitas Andalas.
Menurut Efa, peningkatan daya saing lulusan tidak bisa berdiri sendiri. Upaya itu perlu berjalan seiring dengan penguatan reputasi akademik dan reputasi universitas di mata pemberi kerja. Beberapa langkah yang disorot antara lain peningkatan kualitas penelitian, sitasi per dosen, lingkungan riset, serta perluasan jejaring internasional.
Di bidang pendidikan, UNAND diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan mampu bersaing di dunia kerja. Efa menyebut salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan kurikulum yang mencerminkan identitas dan keunggulan universitas, sekaligus adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan atau AI-based learning turut menjadi perhatian. Langkah ini dinilai penting untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Selain mutu pendidikan, Efa menekankan pentingnya penguatan riset dan inovasi. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga dapat dikomersialkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut akan didukung melalui penguatan Science Techno Park (STP) dan program inkubasi. UNAND juga mendorong pengembangan Pusat Unggulan Gambir untuk mengoptimalkan potensi komoditas itu melalui penelitian, inovasi, dan hilirisasi produk bernilai tambah. Penguatan penelitian di bidang kesehatan juga menjadi prioritas untuk mendorong lahirnya inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNAND, Prof. Febrin Anas Ismail, menegaskan bahwa rapat kerja merupakan forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan universitas sekaligus memastikan seluruh unsur institusi bergerak ke arah yang sama dalam mencapai visi dan misi UNAND. Ia mengingatkan pentingnya penerapan siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dalam setiap program kerja.
"Setiap program, harus memiliki tujuan yang jelas, target waktu terukur, serta pembagian tanggung jawab yang tegas agar pelaksanaannya konsisten dan hasilnya sesuai sasaran," kata Febrin.
Febrin juga menyoroti keberlanjutan transformasi digital dan penguatan sistem informasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi kerja serta memperkuat tata kelola universitas. Rapat kerja selama dua hari tersebut menjadi forum evaluasi kinerja UNAND sepanjang 2026 sekaligus penyelarasan program kerja tahun berikutnya. Melalui kegiatan ini, universitas menargetkan penguatan mutu pembelajaran, riset dan inovasi, serta daya saing lulusan untuk mendukung transformasi UNAND menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)