Kepala Dinas Pendidikan Padang: Tak Semua Kejadian di Sekolah Bisa Disebut Bullying

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menegaskan tidak semua kejadian di sekolah bisa langsung dikategorikan sebagai bullying. Menurutnya, banyak kejadian merupakan dinamika permainan anak yang justru membesar karena media sosial. Dinas Pendidikan belum menerima laporan resmi kasus bullying, namun terus melakukan pencegahan melalui pendidikan karakter, ekstrakurikuler, CCTV, dan pengaduan online. Orang tua juga diminta berperan aktif mengawasi perubahan perilaku anak.

Aug 16, 2026 - 02:23
Aug 16, 2026 - 02:23
 0
Kepala Dinas Pendidikan Padang: Tak Semua Kejadian di Sekolah Bisa Disebut Bullying
Kepala Dinas Pendidikan Padang: Tak Semua Kejadian di Sekolah Bisa Disebut Bullying

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, meluruskan anggapan bahwa setiap kejadian di lingkungan sekolah otomatis dapat dikategorikan sebagai perundungan atau bullying. Menurutnya, masih banyak insiden yang sejatinya merupakan bagian dari dinamika dan permainan anak-anak, bukan tindak kekerasan.

Pernyataan itu disampaikan Yopi dalam Talkshow "Peta Isu" Info Sumbar pada Kamis (13/8/2026). Ia mencontohkan kasus di SD 23 dan SMP 6 yang sempat viral. Yopi menilai kejadian tersebut lebih kepada permainan anak, bukan bullying. "Kalau SD, anak SMP itu kan paling antara permainan anak-anak karena transisi tahun dari kelas satu sampai kelas tiga itu kan ada permainan anak-anak," jelasnya.

Yopi juga menyoroti peran media sosial yang kerap memperbesar suatu kejadian. "Antara bullying dengan anak-anak bermain, sama dengan kayak kita dulu Bapak Ibu. Hari ini kejadian kekerasan itu bukan nasibnya, bukan kekerasannya, tapi kejadiannya masuk ke mana? Media sosial yang hari ini langsung membesar," ujarnya.

Hingga saat ini, Dinas Pendidikan Kota Padang mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus bullying. "Dapat katanya sebenarnya tidak ada, kalau bullying masuk ke kami," kata Yopi. Meski demikian, ia meminta kepala sekolah dan guru agar lebih peka terhadap perubahan sikap, perilaku, dan tanda fisik pada siswa.

Untuk pencegahan, Dinas Pendidikan telah menjalankan program pendidikan karakter, memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler, dan memasang CCTV di titik rawan seperti toilet. Mekanisme pengaduan juga telah disediakan melalui website Dinas Pendidikan Padang.

Yopi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak. "Orang tua juga wajib mengontrol anaknya, psikologi, perubahan anak, serta tingkah laku anaknya. Jangan hanya diserahkan kepada petugas guru dan tenaga kependidikan di sekolah," pungkasnya.

Pembahasan lebih lengkap mengenai bullying di sekolah dapat disaksikan melalui kanal YouTube @infosumbartv dengan tema "Bullying di Sekolah, Candaan Berlebihan atau Kegagalan Sistem Perlindungan Siswa?" yang dipandu Pebri Anita Sari. Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Yopi Krislova, Pengamat Pendidikan Dr Indah Sukmawati, dan Psikolog dari Universitas Negeri Padang, Wirza Feny Rahayu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0