Kapal Induk USS Lincoln Berlayar 250 Hari, Senator AS Murka dan Minta Menhan Bertanggung Jawab

Senator Richard Blumenthal mengkritik keras Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Plt Menteri Angkatan Laut Hung Cao terkait kondisi buruk kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah berlayar lebih dari 250 hari. Blumenthal menyoroti kekurangan pasokan, kontaminasi air, masalah kesehatan mental awak, dan perpanjangan penugasan tanpa kepastian waktu pulang, serta menuntut penjelasan pemerintah AS mengenai strategi militer di Timur Tengah.

Aug 15, 2026 - 13:51
Aug 15, 2026 - 13:51
 0
Kapal Induk USS Lincoln Berlayar 250 Hari, Senator AS Murka dan Minta Menhan Bertanggung Jawab
Kapal Induk USS Lincoln Berlayar 250 Hari, Senator AS Murka dan Minta Menhan Bertanggung Jawab

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao mendapat tekanan keras dari anggota parlemen terkait kondisi memprihatinkan kapal induk USS Abraham Lincoln yang masih bertugas di Timur Tengah. Senator Richard Blumenthal, anggota Komite Angkatan Bersenjata, mengirimkan surat resmi kepada keduanya untuk mempertanyakan nasib kapal yang telah berlayar lebih dari 250 hari tersebut.

Dalam suratnya, Blumenthal mengungkapkan adanya laporan luas mengenai kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, memburuknya kesehatan mental personel, kekhawatiran keselamatan di dek kapal, serta gangguan sistem pos yang menyebabkan banyak paket bantuan hilang selama berbulan-bulan. "Sudah ada laporan luas soal kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, kesehatan mental [personel] yang memburuk, kekhawatiran soal keselamatan di dek kapal, dan gangguan sistem pos, yang menyebabkan banyak paket bantuan yang sedang dalam perjalanan ke kapal hilang selama berbulan-bulan," tulis Blumenthal seperti dikutip Anadolu Agency.

Kapal induk USS Abraham Lincoln meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada 21 November 2025 untuk penugasan yang awalnya direncanakan berlangsung tujuh bulan. Namun, hingga kini kapal tersebut belum juga diperintahkan pulang, padahal seharusnya berhenti berlayar pada Mei lalu. Perpanjangan penugasan ini dinilai menimbulkan pertanyaan besar tentang kemampuan Angkatan Laut dalam mempertahankan tuntutan operasional sambil menjaga kesejahteraan awak, kesiapan peralatan, dan pemeliharaan terjadwal.

Blumenthal menegaskan bahwa laporan-laporan tersebut memerlukan perhatian segera. "Laporan-laporan ini memerlukan perhatian segera, tetapi juga menimbulkan pertanyaan yang lebih luas: apakah Angkatan Laut dapat mempertahankan tempo operasional yang sekarang dituntut dari armada kapal induknya," ungkapnya. Senator itu juga mendesak pemerintah AS untuk menjelaskan apakah mereka bermaksud mempertahankan kampanye militer yang berkepanjangan atau meningkatkan kehadiran kapal induk di Timur Tengah.

"Pemerintah harus menjelaskan bagaimana mereka bermaksud untuk memastikan bahwa kebutuhan operasional saat ini tidak menciptakan krisis kesiapan di masa mendatang," tulis Blumenthal. Ia juga memperingatkan bahwa penugasan yang berkepanjangan bisa memperburuk risiko pengoperasian kapal induk. Selain itu, Blumenthal meminta Angkatan Laut untuk memberikan daftar masalah signifikan terkait kelayakan huni dan kualitas hidup di atas kapal, termasuk masalah perlengkapan kebersihan, jamur, toilet, fasilitas laundry, hingga pasokan air.

Senator tersebut juga meminta Pentagon menjelaskan tujuan militer di balik penempatan Lincoln yang berkelanjutan terkait dengan Iran dan bagaimana para pejabat menentukan apakah kehadirannya masih diperlukan. Sementara itu, para pelaut di kapal USS Abraham Lincoln dilaporkan mencoba melompat ke laut selama penugasan berkepanjangan di Timur Tengah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan keluarga militer dan anggota parlemen tentang kesehatan mental dan kondisi kehidupan awak kapal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0