Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 16 Bandara di Papua, Penerbangan Terancam

Kabut asap karhutla mengganggu operasional 16 bandara di Papua, mulai dari Sentani hingga sejumlah bandara di Papua Selatan. Kemenhub mencatat 2.021 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus hingga 13 Oktober 2026, terdiri dari keterlambatan, pembatalan, pengalihan, hingga perubahan jadwal. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Oct 17, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 16 Bandara di Papua, Penerbangan Terancam
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 16 Bandara di Papua, Penerbangan Terancam

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada operasional 16 bandar udara di Papua. Laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X menyebutkan bandara yang terdampak tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Bandar Udara Sentani di Provinsi Papua, Bandar Udara Mozes Kilangin Timika, Bandar Udara Ilaga, hingga Bandar Udara Ilu di Papua Tengah.

Di wilayah Papua Pegunungan, kabut asap mengganggu operasional Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, dan Bandar Udara Dekai. Sementara di Papua Selatan, ada sembilan bandara yang terkena dampak, yakni Bandar Udara Mopah di Merauke, Bandar Udara Tanah Merah, Bandar Udara Kepi, Bandar Udara Ewer, Bandar Udara Bade, Bandar Udara Senggo, Bandar Udara Manggelum, Bandar Udara Yaniruma, dan Bandar Udara Mindiptanah.

Kabut asap diketahui dapat memperpendek jarak pandang di sekitar bandara. Kondisi ini berisiko memicu keterlambatan, penundaan, bahkan pembatalan penerbangan. Meski demikian, setiap keputusan operasional tetap mengacu pada pertimbangan keselamatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau perkembangan karhutla dan pengaruhnya terhadap transportasi udara di berbagai daerah, termasuk Papua. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyatakan koordinasi dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X bersama pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait lainnya.

"Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas," kata Lukman di Jakarta, Sabtu (17/10).

Secara nasional, Kemenhub mencatat 2.021 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026 hingga posisi data 13 Oktober 2026. Rinciannya, 919 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 18 penerbangan dialihkan ke bandara lain, enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan, dan 11 penerbangan dimajukan jadwalnya.

Dampak kabut asap juga merembet ke penerbangan internasional. Sebanyak 12 penerbangan berjadwal rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada periode 12-23 September 2026 akibat kondisi asap di Bandar Udara Supadio, Pontianak. Di luar faktor karhutla, Kemenhub mencatat 18 penerbangan domestik dibatalkan karena sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.

Pemerintah terus berupaya menangani karhutla melalui operasi pemadaman dari udara atau water bombing. Selama periode 20 April hingga 12 Oktober 2026, operasi tersebut telah dilaksanakan sebanyak 5.035 siklus penerbangan dengan melibatkan 38 pesawat udara yang dioperasikan oleh 11 operator di berbagai wilayah rawan karhutla.

Kemenhub mengimbau masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara tetap tenang apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan akibat kabut asap. Penumpang diminta berhati-hati terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan terus memantau perkembangan cuaca serta informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi," ucap Lukman. Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User