IndoChar Ajak Petani Sawit Lampung Ubah Limbah Pelepah dan Tandan Kosong Jadi Biochar

IndoChar yang didirikan David Nathaniel Chung menggandeng petani kelapa sawit swadaya di Lampung untuk mengolah limbah pelepah dan tandan kosong menjadi biochar. Implementasi perdana berlangsung 5 Oktober 2026 setelah nota kesepahaman dengan SPKS pada 22 Agustus 2026. Program ini melanjutkan proyek di Musi Banyuasin dan ditargetkan menyebar ke tiga hingga lima lokasi baru.

Oct 14, 2026 - 12:02
Updated: 18 hours ago
0 0
IndoChar Ajak Petani Sawit Lampung Ubah Limbah Pelepah dan Tandan Kosong Jadi Biochar
IndoChar Ajak Petani Sawit Lampung Ubah Limbah Pelepah dan Tandan Kosong Jadi Biochar

IndoChar, inisiatif pengolahan limbah pertanian dan perkebunan menjadi biochar yang didirikan oleh siswa Jakarta Intercultural School (JIS), David Nathaniel Chung, resmi memperluas programnya ke sektor kelapa sawit. Implementasi perdana dilakukan bersama petani kelapa sawit swadaya di Lampung mulai 5 Oktober 2026, menggandeng Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan salah satu koperasi di bawah jaringannya.

Dalam program ini, pelepah daun dan tandan kosong kelapa sawit dimanfaatkan sebagai bahan baku biochar. Langkah tersebut menandai perluasan IndoChar dari proyek pertamanya di Desa Kepayang, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang diluncurkan pada Juni 2026.

Gagasan IndoChar bermula ketika David N. Chung mengikuti program magang di perusahaan konservasi Forest Carbon pada 2025. Saat itu ia masih berusia 15 tahun dan menyaksikan langsung praktik pembakaran limbah biomassa yang masih dilakukan di sejumlah desa di Sumatera Selatan.

Kolaborasi dengan SPKS sendiri dimulai dari penandatanganan Nota Kesepahaman di Bogor pada 22 Agustus 2026. Kesepakatan itu menjadi pijakan pengembangan proyek biochar berbasis komunitas dengan memanfaatkan potensi limbah perkebunan kelapa sawit.

Bagi David N. Chung, kerja sama ini bukan sekadar memperluas penerapan teknologi pengolahan limbah, tetapi juga menjadi kesempatan memahami kebutuhan petani secara langsung. "Bagi kami, kolaborasi ini bukan hanya tentang biochar, tetapi bagaimana sebuah solusi dapat dikembangkan bersama komunitas dan benar-benar relevan dengan kondisi mereka," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (12/10).

Pada 25 September 2026, atas undangan SPKS, David mempresentasikan inisiatif IndoChar dalam Rapat Koordinasi Nasional 2026 di Hotel 101 Menteng, Jakarta. Dalam forum itu, Ketua Umum SPKS Sabarudin Sabar menyarankan Lampung sebagai lokasi roll-out pertama, yang kemudian terwujud kurang dari dua pekan setelahnya. "Saya melihat IndoChar sebagai kumpulan anak muda yang mau peduli terhadap lingkungan dan petani. Inisiatif seperti ini penting karena kita tidak hanya berbicara tentang limbah, tetapi juga bagaimana limbah dan polusi dapat dikurangi, lingkungan diperbaiki, dan pada akhirnya kehidupan komunitas petani dapat ikut meningkat," kata Sabarudin.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan petani, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses listrik. Residu perkebunan dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian, sementara penggunaan biochar bersama pupuk berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan karena membantu menahan unsur hara agar tidak hilang melalui proses leaching.

Ketua SPKS Lampung, Y. Bambang Wijonarko, mengapresiasi keseriusan David N. Chung. "Saya melihat ia sangat serius dalam mempelajari kebutuhan petani dan kendala yang mereka hadapi saat ini. Ia banyak bertanya dan bertukar pikiran agar dapat memberikan solusi yang tepat dan berkelanjutan bagi komunitas petani. Jadi, dia tidak hanya menjalankan teori begitu saja. Saya mengapresiasi hal ini dari David N. Chung," ujarnya.

Setelah Lampung, IndoChar berencana memperluas implementasi ke koperasi-koperasi lain di bawah naungan SPKS. Sebelumnya, IndoChar menargetkan ekspansi ke tiga hingga lima lokasi baru di berbagai wilayah Indonesia dalam satu tahun. "Kemajuan yang kami capai sejauh ini sangat menggembirakan. Kami sudah bergerak dari membangun gagasan dan mencari mitra menjadi mulai melakukan implementasi bersama komunitas. Kami berharap dapat segera melakukan roll-out ke lebih banyak lokasi dan terus belajar dari setiap proses di lapangan," kata David. Perjalanan IndoChar turut didukung PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon serta pemberdayaan talenta muda Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User