IHSG Ambles 11,57 Persen, BEI Kaget MSCI Buka Konsultasi Lebih Awal
IHSG anjlok 11,57 persen ke level 5.185 pada Jumat (16/10) setelah MSCI membuka konsultasi perubahan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. BEI sempat melakukan trading halt 30 menit. BEI mengaku terkejut karena pengumuman MSCI muncul lebih awal dari perkiraan. Rupiah ikut melemah ke Rp18.038 per dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 11,57 persen ke level 5.185 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10). Indeks merosot 678,67 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan jual terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) memulai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 08.58 WIB setelah IHSG anjlok 8,01 persen ke level 5.393,92 pada pembukaan perdagangan. Sekretaris Perusahaan BEI Valentina Simon menyatakan penghentian dilakukan selama 30 menit dan dijadwalkan berakhir pukul 09.28 WIB. "Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan IHSG yang mencapai 8 persen," ujar Valentina dalam keterangan resmi, Jumat (16/10). Meski perdagangan kembali dibuka, IHSG masih melemah 10,76 persen ke level 5.233 pada penutupan sesi I.
Berdasarkan data RTI Infokom, nilai transaksi saham sepanjang perdagangan mencapai Rp31,92 triliun dengan volume 68,56 miliar saham. Sebanyak 775 saham melemah, hanya 10 saham menguat, dan 10 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah, dengan sektor barang baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 13,26 persen.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengaku terkejut dengan pengumuman konsultasi MSCI yang muncul lebih cepat dari perkiraan. Menurutnya, pengumuman tersebut biasanya muncul sekitar satu hingga dua pekan sebelum pengumuman final yang dijadwalkan pada awal November. "Kami juga terus terang surprise, banyak pihak surprise, ya pelaku pasar juga surprise. Kok bisa jauh lebih awal ya?" ujar Iding di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (16/10). BEI akan meminta klarifikasi teknis kepada MSCI dan memperkuat bukti efektivitas kebijakan untuk menjawab kekhawatiran investor global.
MSCI dalam pengumumannya menyebut pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran terkait kelayakan investasi saham Indonesia, termasuk ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi. MSCI juga menilai reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten. Keputusan final mengenai status pasar modal Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027. Jika perubahan diterapkan, saham Indonesia tidak lagi masuk dalam perhitungan indeks utama MSCI untuk pasar berkembang yang menjadi acuan manajer investasi dan dana pensiun internasional.
Di tengah gejolak pasar, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria, dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung BEI. Mereka berkoordinasi dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta jajaran direksi BEI. Dasco meminta BEI terus melakukan perbaikan dan menanggapi masukan lembaga pemeringkat internasional. Friderica menyatakan OJK dan SRO sedang melakukan reformasi terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Kapolri Suyudi Ario Seto menegaskan Polri siap menindak dugaan pelanggaran hukum di pasar modal. Bareskrim Polri akan menurunkan tim berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima mengenai dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal.
Sementara itu, rupiah ikut melemah 100 poin atau 0,56 persen ke level Rp18.038 per dolar AS. Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, serta tekanan dari sell-off di pasar ekuitas domestik. Di sisi lain, sejumlah bursa Asia justru menguat, seperti Hang Seng Composite Hong Kong naik 0,52 persen, Straits Times Singapura menguat 0,26 persen, Shanghai Composite China naik 0,24 persen, dan Nikkei 225 Jepang menguat 1,39 persen.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)