Hashim Djojohadikusumo Soroti Mikroalga, Peluang Baru Avtur Ramah Lingkungan dari Indonesia

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo mengungkap potensi mikroalga sebagai sumber bahan bakar pesawat. Indonesia dinilai punya cahaya matahari, lahan, tenaga kerja, dan CO2 yang dibutuhkan. Hashim menyebutnya green fuel atau blue fuel, bukan sekadar sustainable aviation fuel, dan melihat peluang produk sampingan seperti pakan ternak serta suplemen protein.

Oct 10, 2026 - 00:02
Updated: 9 hours ago
0 0
Hashim Djojohadikusumo Soroti Mikroalga, Peluang Baru Avtur Ramah Lingkungan dari Indonesia
Hashim Djojohadikusumo Soroti Mikroalga, Peluang Baru Avtur Ramah Lingkungan dari Indonesia

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyoroti peluang pengembangan mikroalga sebagai bahan bakar penerbangan atau avtur. Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung yang membuat komoditas ini layak dikaji lebih serius.

Hashim menyampaikan hal itu dalam Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Rabu (7/10). Ia mengaku masih optimistis dan terus mempelajari perkembangan mikroalga sebagai salah satu alternatif sumber energi.

Menurut Hashim, mikroalga dapat menjadi sumber aviation fuel. Namun, ia memilih menyebutnya sebagai green fuel atau blue fuel, dan belum tentu sebagai sustainable aviation fuel (SAF).

Ia menjelaskan produksi mikroalga membutuhkan beberapa unsur utama. Pertama adalah cahaya matahari, yang menurutnya melimpah di Indonesia dan tidak dimiliki banyak negara lain dalam jumlah cukup.

Selain cahaya matahari, produksi mikroalga memerlukan lahan untuk kolam atau tambak serta tenaga kerja dalam jumlah besar. Hashim menilai Indonesia memiliki keduanya, sementara banyak negara kaya justru kekurangan tenaga kerja.

Unsur berikutnya adalah karbon dioksida. Hashim menyebut sejumlah ladang minyak dan gas di Indonesia mengandung CO2 yang dapat dimanfaatkan. CO2 tersebut dapat diinjeksi ke kolam berisi mikroalga dan dipadukan dengan paparan cahaya matahari.

Hashim menambahkan, pengembangan mikroalga tidak hanya berpotensi menghasilkan bahan bakar penerbangan. Ada pula produk sampingan berupa pakan ternak dan sumber protein.

Ia juga menyinggung spirulina dan chlorella yang dapat dimanfaatkan sebagai suplemen protein. Menurutnya, produk tersebut berpotensi memenuhi kebutuhan protein dalam negeri sehingga Indonesia tidak perlu bergantung pada impor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User