El Nino Kuat Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Menko Polkam: Karhutla Makin Cepat Meluas

Menko Polkam Djamari Chaniago mengungkapkan bahwa El Nino kategori kuat mempercepat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Lebih dari 107 ribu hektare terdampak hingga awal Agustus 2026. Pemerintah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk penanganan. BMKG memprediksi El Nino berpotensi bertahan hingga awal 2027 dengan intensitas yang semakin menguat.

Aug 21, 2026 - 13:03
Updated: 2 months ago
0 2
El Nino Kuat Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Menko Polkam: Karhutla Makin Cepat Meluas
El Nino Kuat Diprediksi Berlangsung hingga Oktober, Menko Polkam: Karhutla Makin Cepat Meluas

Fenomena El Nino yang tengah melanda dunia disebut mempercepat meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan bahwa El Nino kategori kuat yang mulai berlaku ini diprediksi berlangsung hingga awal Oktober, sehingga mempercepat perambatan api di sejumlah wilayah.

"Keadaan ini [El Nino kuat] akan sangat mempercepat proses penanganan kebakaran hutan kita yang terjadi saat ini," ujar Djamari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (10/8). Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya titik api yang melanda berbagai daerah.

Berdasarkan catatan pemerintah, lebih dari 107 ribu hektare lahan terdampak karhutla hingga awal Agustus 2026. Untuk menangani bencana tersebut, pemerintah mengerahkan berbagai upaya, baik melalui operasi udara maupun darat. Sebanyak 43 helikopter dikerahkan, serta 10 hingga 15 pesawat fixed-wing yang dapat diterjunkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal tahun 2027. Data BMKG menunjukkan dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global. Indeks Niño 3.4 dasarian tercatat sebesar +2,26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2, yang mengindikasikan El Nino dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa kekuatan El Nino saat ini telah melebihi ambang batas kategori kuat. "Monitoring suhu permukaan laut di Pasifik telah menunjukkan indeks Nino 3.4, yang menyatakan kekuatan El Nino yang telah melebihi threshold kategori kuat, yaitu di atas 1,5°C, saat ini lebih dari 1,56°C," kata Ardhasena.

Di saat bersamaan, Samudra Hindia menunjukkan indeks negatif, yakni -0,38. Hal ini mengindikasikan peluang cukup signifikan terjadinya fenomena Indian Ocean Dipole, yang biasanya satu paket dengan El Nino dan membuat dunia semakin panas. BMKG memprediksi puncak El Nino akan terjadi pada Desember 2026 atau Januari 2027, dan fase puncak kali ini berpotensi melewati batas kategori El Nino kuat.

"Saat ini prediksi BMKG menunjukkan bahwa terdapat peluang signifikan kondisi El Nino tahun ini dapat melebihi kategori El Nino kuat," paparnya. Dengan kondisi tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang semakin meluas, terutama saat puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User