Diuji Sebulan, Galaxy Watch Ultra 2 Andalkan Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 resmi diperkenalkan Juli lalu sebagai smartwatch premium dengan bodi titanium dan harga Rp10,499 juta. Setelah diuji sebulan, keunggulannya terletak pada baterai 800 mAh, layar Super AMOLED 5.000 nit, dan fitur pemulihan tubuh seperti estimated sweat loss serta energy sources yang diolah lewat Samsung Health.

Oct 07, 2026 - 12:01
Updated: 2 days ago
0 0
Diuji Sebulan, Galaxy Watch Ultra 2 Andalkan Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit
Diuji Sebulan, Galaxy Watch Ultra 2 Andalkan Baterai 800 mAh dan Layar 5.000 Nit

Samsung Galaxy Watch Ultra 2 resmi diperkenalkan pada Juli lalu sebagai penerus generasi pertama. Smartwatch ini bukan sekadar membawa peningkatan spesifikasi, melainkan berambisi menjadi jam tangan pintar yang nyaman dipakai sehari-hari sekaligus andal untuk olahraga intens dan aktivitas luar ruangan. Dengan harga Rp10,499 juta, perangkat ini menyasar pengguna aktif yang menginginkan lebih dari sekadar pencatatan aktivitas.

Dari sisi desain, Galaxy Watch Ultra 2 masih mempertahankan karakter seri Ultra dengan bodi titanium berukuran 47 mm. Ketebalannya 10,7 mm atau lebih tipis dibanding generasi sebelumnya, meski bobotnya bertambah 1,5 gram. Distribusi bobot dan strap baru membuat perangkat terasa lebih nyaman dipakai. Jam ini juga mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, serta EN13319 untuk aktivitas menyelam.

Salah satu peningkatan utama ada pada layar. Galaxy Watch Ultra 2 memakai panel Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel dan kecerahan hingga 5.000 nit. Tingkat kecerahan ini membuat data olahraga tetap terbaca saat layar terkena cahaya matahari langsung, termasuk ketika digunakan untuk lari, bersepeda, atau berenang. Fitur Always-On Display juga tetap tersedia.

Kapasitas baterai naik menjadi 800 mAh dari 590 mAh pada generasi sebelumnya. Samsung mengeklaim daya tahannya mencapai 60 jam dengan Always-On Display aktif dan hingga 80 jam jika fitur itu dimatikan. Dalam pengujian, fast charging mampu menambah sekitar 40 persen daya dalam 30 menit. Saat berlari 5 kilometer, baterai berkurang sekitar 5 persen, bersepeda 20 kilometer sekitar 15 persen, dan berenang satu jam sekitar 10 persen.

Dapur pacu Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan Snapdragon Wear Elite dengan fabrikasi 3 nm, RAM 2GB, dan penyimpanan internal 64 GB, menggantikan Exynos W1000. Selama pemakaian, peningkatan ini terasa pada respons antarmuka yang lebih cepat, aplikasi terbuka tanpa jeda, dan informasi catatan olahraga tampil mulus.

Yang menarik, kemampuan jam ini tidak berhenti saat latihan selesai. Samsung mengusung pendekatan "Rest and Do the Rest" yang menempatkan pemulihan sebagai bagian dari aktivitas. Data yang dikumpulkan perangkat diolah di Samsung Health untuk memberi gambaran soal respons tubuh. Misalnya, setelah lari 5 kilometer, perangkat mencatat estimated sweat loss 654 mililiter dan menyarankan konsumsi sekitar 981 mililiter air untuk mengganti 150 persen cairan yang hilang.

Galaxy Watch Ultra 2 juga memberikan informasi energy sources. Pada salah satu sesi lari 5 kilometer, perangkat mencatat sekitar 238 kalori berasal dari karbohidrat dan 220 kalori dari lemak, atau sekitar 52 persen energi dari karbohidrat dan 48 persen dari lemak. Data ini membuat pengalaman memakai smartwatch terasa lebih personal karena membantu pengguna memahami kondisi tubuh setelah berolahraga.

Meski begitu, ada sejumlah kekurangan. Bodi 47 mm dengan bobot 61,5 gram dinilai cukup besar dan berat, terutama bagi pengguna dengan pergelangan tangan kecil. Ekosistem Samsung juga masih menjadi batasan karena sejumlah fitur kesehatan hanya optimal jika dipasangkan dengan ponsel Samsung. Desainnya pun relatif tidak banyak berubah dibanding generasi sebelumnya.

Secara keseluruhan, Galaxy Watch Ultra 2 tidak menawarkan perubahan desain yang revolusioner. Namun Samsung memperbaiki bagian-bagian penting seperti baterai, layar, performa, kemampuan olahraga, dan pemantauan kesehatan. Kekuatan utamanya terletak pada bagaimana fitur-fitur tersebut bekerja bersama, menemani pengguna berolahraga, mencatat respons tubuh, lalu tetap bekerja saat aktivitas selesai untuk memantau tidur dan kondisi tubuh pada hari berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User