Diam-diam Pindah Pesawat Lewat Truk Katering, Trump Jadi Bahan Olok-olok Media Iran

Media pemerintah Iran mencemooh Presiden AS Donald Trump yang diam-diam pindah pesawat menggunakan truk katering saat kembali dari Turki. Langkah ini diambil karena adanya ancaman rudal terhadap Air Force One. Media Iran bahkan membuat meme untuk mengolok-olok Trump, sementara Teheran belum memberikan komentar resmi.

Aug 15, 2026 - 13:51
Aug 15, 2026 - 13:51
 0
Diam-diam Pindah Pesawat Lewat Truk Katering, Trump Jadi Bahan Olok-olok Media Iran
Diam-diam Pindah Pesawat Lewat Truk Katering, Trump Jadi Bahan Olok-olok Media Iran

Media resmi pemerintah Iran melontarkan cemoohan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait manuver diam-diamnya saat berpindah pesawat kepresidenan. Momen tersebut terjadi ketika Trump dalam perjalanan pulang dari Turki menuju Washington pada bulan lalu, dan kini menjadi bahan olok-olok di media Iran.

Dalam rekaman yang beredar, Trump terlihat naik ke Air Force One di Ankara di hadapan kamera. Namun, tak lama kemudian, ia diam-diam turun dan masuk ke sebuah truk katering yang mengantarnya menuju pesawat Angkatan Udara AS yang lebih kecil, yakni C-32A, yang diparkir tidak jauh dari lokasi.

Media Iran bahkan membuat meme yang menampilkan Trump dalam keadaan ketakutan saat menaiki truk katering untuk pindah pesawat. Seorang presenter televisi pemerintah Iran menyebut peristiwa ini sebagai skandal baru yang menjadi sorotan media AS, dan menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kekuatan militer Iran menjadi alasan di balik tindakan tersebut.

"Sekali lagi, Trump, dengan skandal barunya, menjadi topik utama di media AS belakangan ini. Skandal ini bermula dari kekhawatiran terhadap kekuatan militer Iran, kekuatan yang membuat Trump diam-diam mengganti pesawatnya saat kembali dari Turki bulan lalu," ujar presenter tersebut, seperti dikutip dari Reuters. Ia menambahkan bahwa insiden ini menjadi sumber "rasa malu" bagi Trump.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, ancaman bahwa Air Force One bisa menjadi sasaran rudal panggul (MANPAD) mendorong Secret Service untuk diam-diam memindahkan Trump ke jet pemerintah yang lebih kecil. Ancaman tersebut muncul pada hari terakhir kunjungan Trump ke Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Secret Service menilai laporan intelijen Israel mengenai ancaman itu kredibel dan mendesak, sehingga memicu operasi luar biasa untuk menyembunyikan pergerakan presiden AS. The New York Times melaporkan bahwa para pejabat AS khawatir setelah mengetahui bahwa pihak Iran mengetahui lokasi menginap Trump di Ankara, termasuk detail lantai hotel.

Hingga saat ini, Teheran belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan tersebut maupun perihal pergantian pesawat. Sementara itu, baliho dan mural di sekitar Teheran menampilkan gambar-gambar yang menyerang presiden AS dan Israel, mulai dari Trump yang terbujur di dalam peti mati hingga sosoknya yang tenggelam di laut.

Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, bulan lalu bersumpah akan membalas dendam atas kematian ayah sekaligus pendahulunya yang tewas pada hari pertama perang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0